Pakai Tenaga Asing, ShinoHydro Patok Lahan Pembangunan PLTA

470

M24.CO|TAPANULI SELATAN
Perusahaan yang disebut-sebut ShinyoHydro telah melakukan aktivitas pematokan disejumlah titik untuk rencana pembukaan akses jalan menuju lokasi pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) di Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Ironisnya kegiatan yang berlangsung tanpa kordinasi dengan pemerintah setempat menggunakan tenaga kerja asing yang diduga dari negara China. Perusahan itu juga sempat melakukan rekrutmen tenaga kerja buruh harian lepas (warga lokal-red).

“Dari laporan yang ada sama kita saat ini sudah ada 19 orang tenaga kerja asing dari kewarganegaraan China 12 Orang di Sipirok dan 7 Orang di Marancar. Perusahaan Shino Hydro ini juga melakukan merekrut tenaga kerja harian lepas. Namun saya bilang harus dihentikan itu,”kata Kepala Kantor Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal (KTSP PM) Tapsel Abadi Siregar MT kepada metro24.co, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memiliki instansi yang berkaitan dengan rekrutmen tenaga kerja yaitu Kantor Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan Sosial (Distransos). “Mestinya perusahaan harus melakukan MOU dulu dengan kantor Distransos tersebut, karena mereka yang akan merekrut tenaga kerjanya,”katanya.

Dia kawatir tenaga kerja yang direkrut pihak perusahaan tidak sesuai dengan aturan ketenaga kerjaan, baik terkait dengan keselamatan kerja, pengupahan dan jaminan social ketenaga kerjaannya.

“Untuk itu kita melakukan pemantauan terus terkait aktivitas perusahan besar yang akan membangun PLTA di Marancar itu,”imbuhnya
Secara terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja Transismigrasi dan Sosial (Nakertransos) Tapsel Parulian Nasution, justru membantah kalau pihak perusahaan Shino Hydro telah melakukan aktivitas pematokan pada titik rencana pembukaan jalan menuju lokasi pembangunan PLTA di Marancar.

Namun dia mengakui bahwa pekerja asing dari negara China sudah ada masuk di Tapanuli Selatan yang nantinya akan menjadi tenaga kerja pada perusahaan PLTA tersebut.

“Belum ada aktivitas pematokan yang dilakukan perusahaan, namun sebelumnya kita sudah pernah mendampingi survey dilapangan, dan sejauh ini belum ada MOU yang pasti dengan pihak perusahaan terkait perekrutan tenaga kerja,”katanya melalui selularnya. (sabar)

Loading...