Pasca Lebaran, Pasar di Medan Tidak lagi Order Daging Impor

142

daging_imporM24.co-MEDAN
Maraknya daging impor jelang Ramadhan dan Puasa disebabkan harga daging impor lebih murah daripada daging lokal untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Keputusan pemerintah yang mengimpor daging sapi melalui Bulog adalah keputusan yang baik, memgingat perekonomian Sumut masih melambat.

Namun, saat ini sebulan pasca Lebaran dibeberapa pasar modern maupun pasar tradisional tidak lagi menjual daging impor. Seperti di Transmart dan Lottemart tidak lagi menjual daging import.

“Melewati hari hari terakhir Lebaran pihak kami tidak lagi menjual daging impor, saat ini kami hanya pasarkan daging lokal,” kata salah satu karyawan Transmart Plaza Medan Fair Minggu (7/8).

Di Transmart tampak daging lokal sudah diberi label harga sesuai ukuran berat dalam bungkusan plastik, dari daging untuk rendang, sop dan beberapa masakan yang siap untuk dimasak.

Begitu juga di Lottemart Centre Point Medan, daging impor sudah tidak ada lagi dalam lemari khusus daging. “Sudah lama pihak kami tidak jual daging impor, kemarin itu karena Lebaran, itupun tidak banyak kami jual, hanya mencoba mengikuti program pemerintah,” kata Joni karyawan Lottemart

Joni juga mengatakan, pengunjung di Lottemart lebih banyak membeli keperluan rumah tangga daripada dagingan. Sehingga produk daging tidak begitu ramai penjualannya.

Menanggapi hal ini, pengamat ekonomi M. Ishak mengatakan, keputusan pemerintah jelang Ramadhan dan Lebaran adalah untuk mengurangi banyaknya permintaan masyarakat menengah kebawah dalam menyambut hari raya.

“Kalau sekarang pasar tradisional dan modern tidak lagi menjual daging impor karena kebutuhan masyarakat tidak membludak lagi,” katanya.

Ditambahkannya, daging impor hanya untuk menambah pasokan daging saat hari besar. “Jika ditanya langsung masyarakat, mereka lebih memilih daging lokal, namun dikarenakan harga daging lokal mahal, terpaksa membeli impor, kalau saat ini mereka tidak harus membeli daging sapi, sebab daging ayam maupun daging ikan tidak menjadi masalah,” pungkasnya. (red)

Loading...