Pedagang Aksara Masih Dipungli

197

PEDAGANG PASAR AKSARAM24.co-MEDAN
Ada cerita lain di balik peristiwa kebakaran Pasar Aksara. Seperti selalu ada pihak yang mengambil kesempatan dalam musibah yang menimpa korbannya. Pasalnya, para pedagang yang telah merugi akibat barangnya yang terbakar harus mengeluarkan uang setiap hari untuk melanjutkan dagangannya di pinggiran Aksara.

Seperti yang dikatakan Boru Sebayang, pedagang baju sablon mengatakan, setiap berjualan di pinggiran Aksara akan dimintai uang yang tidak tentu. “Terkadang satu hari Rp 15 ribu, kalau kita ada alasan jualan sepi, kita beri Rp 10 ribu pihak pengutip tetap menerima walau terkadang ada nada marah,” ungkapnya, Senin (1/8).

Hal itu, lanjut Sebayang, tidak jelas uang kutipan itu untuk siapa. Saat ditanya dengan teman temannya sesama pedagang, hanya mengatakan pengutipan untuk kebersihan pinggiran Aksara.

“Ada juga teman saya mengatakan untuk membayar oknum yang bisa memiliki wewenang dan kemampuan untuk menjaga barang pedagang agar tetap aman saat berjualan, jadi saya bingung juga,” ujarnya.

Marpaung, pedagang emas juga membenarkan hal itu, namun enggan menyebut siapa oknumnya. Hanya minta dipercepat urusan ini, karena mereka sudah sangat merugi, dan sangat menyesalkan sikap pemerintah yang kesannya semakin menyiksa atas musibah ini.

“Maunya kalau kita sudah jadi korban begini jangan dipersulit lah. Ini kayaknya ngambil kesempatan dalam kesempitan,” katanya.

Ia menjelaskan yang dimintai kutipan itu rata-rata pedagang emas. Saat ini, lanjut dia, pedagang emas tetap stand by di sekitar lokasi kebakaran untuk menjaga brankas mereka.

“Kami yang datang ini pedagang kain, pedagang emas semua di lokasi karena brankas mereka masih di sana,” katanya.

Saat dimintai keterangan terkait Aksara akan dibangun Podomoro, Marpaung mengatakan, sejauh ini dirinya belum mengetahui hal itu. “Jika memang mau dibangun Podomoro, tidak ada maslaah bagi kami, kami hanya ,meminta bantuan dari pemerintah agar kami diberi tempat yang layak untuk kami sebagai pedagang kecil ini,”pungkasnya. (red)

Loading...