Pedagang Buku Bekas Tuntut Janji Walikota

192

PEDAGANGM24.co-MEDAN
Persoalan relokasi pedagang buku bekas lapangan merdeka yang kini menempati kios buku di Jalan Pegadaian terus bergulir. Kalau beberapa waktu yang lalu ada pedagang buku yang mengatasnamakan Persatuan Pedagang Buku Bekas Lapangan Merdeka (P2BLM) meminta adanya pemerataan pembagian 180 kios di parkir sisi Timur Lapangan Merdeka, kali ini pedagang buku bekas yang membawa bendera Pedagang Buku Pasar Buku Pegadaian kembali turun ke jalan meminta realisasi janji-janji Wali Kota Medan.

“Pedagang buku bekas di Jalan Pegadaian bukan pedagang kaki lima atau pedagang liar. Tetapi pedagang yang memang ditempatkan oleh Pemko Medan. Karena pedagang buku bekas dianggap mempertahankan nilai-nilai sejarah dengan menjual buku-buku langka yang tidak diperjual belikan oleh penjual buku moderen,” teriak salah seorang pengunjukrasa, Rabu (3/8).

Meskipun dianggap bagian dari perjalanan sejarah, sambung mereka dalam orasinya, pedagang di Jalan Pegadaian saat ini terancam digusur oleh proyek pembangunan jalur ganda rel keret api Medan-Bandara Kuala Namu.

Massa juga menilai Pemko Medan hanya menilai dari sisi ekonominya saja, tetapi tidak memperhatikan nilai-nilai sosial yang terkandung. “Karena itu kami meminta Pemko Medan realisasikan janji-jani Wali Kota Medan untuk mempertahankan pedagang buku bekas Jalan Pegadaian ke sisi Timur Parkir Lapangan Merdeka. Tambahkan fasiliras tangga, tambahkan rak buku pada kios dan lantai kios segera di keramik. Tunda penggusuran sebelum tempat relokasi dilengkapi fasilitas yang layak, keluarkan legalitas tempat kepada pedagang buku, usut dugaan korupsi terhadap pembangunan kios di lapangan merdeka dan stop intimidasi terhadap pedagang buku pegadaian,” ungkapnya. (red)

Loading...