Peduli Rohingya, PPP Akan Turun ke Jalan

MEDAN|Bentuk keprihatinan terhadap kekerasan kepada etnis Rohingya di Myanmar Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Medan akan melakukan aksi solidaritas dan penggalangan dana melalui aksi ‘PPP Peduli Rohingya’. Aksi tersebut akan dilakukan di sepuluh titik yang menyasar di sejumlah persimpangan jalan yang tersebar di Kota Medan yang dijadwalkan dimulai pada, Rabu (6/9) hingga Rabu (13/9) pekan depan.

“Aksi ini akan dilaksanakan selama seminggu. Selain aksi solidaritas karena keprihatinan atas kekerasan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Aksi ini nantinya juga akan ada penggalangan dana dari masyarakat yang nantinya dana tersebut akan langsung diserahkan kepada masyarat Rohingya yang dikoordinir melalui DPP PPP, ” kata Ketua Fraksi PPP, Abdul Rani, Selasa (5/9).

Dalam aksi itu sendiri, sebutnya, juga akan melibatkan DPC PPP Medan serta seluruh PAC PPP. “Kita menyerukan kepada seluruh kader PPP baik di DPC maupun seluruh PAC untuk turut serta dalam aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk etnis Rohingya Myanmar tersebut,” katanya.

Loading...

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPC PPP Medan itu juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan umat untuk melakukan kepedulian serta penggalangan dana untuk etnis Rohingya. “Ini bukan hanya persoalan agama, ini merupakan persoalan kemanusiaan. Diharapkan dengan aksi penggalangan dana yang dilakukan akan dapat membantu etnis Rohingya yang menjadi korban kekerasan,” katanya.

Selain itu, sambung Ketua Fraksi PPP DPRD Medan itu, DPC PPP mengutuk keras aksi kekerasan muslim Rohingya yang dilakukan rezim militer Myanmar. “Kita (PPP, red) juga mendesak pemerintah pusat untuk memutus hubungan diplomatis dan mengusir duta besarnya dari Indonesia,” sebutnya yang diamini Sekretaris Fraksi PPP DPRD Medan, Irsal Fikri.

Senada, Irsal Fikri, juga mendesak agar dunia Internasional memberikan sanksi tegas kepada Myanmar. “PPP meminta kepada dunia Internasional untuk memberikan sanksi tegas kepada Myanmar baik politik maupun ekonomi karena tindakan pembantaian yang dilakukan oleh Myanmar sudah di luar batas nalar dan tak bisa ditolerir,” ketusnya.

Masih dalam kesempatan itu, mereka juga meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat bilamana dalam aksi yang akan mereka lakukan nantinya menggangu kenyamanan lalulintas masyarakat pengguna jalan.

Loading...