Pejabat Kejatisu Dapat Promosi

456

M24.CO|MEDAN
Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan resufle alias mutasi jabatan di tubuh organisasi kejaksaan dengan melakukan sejumlah mutasi. Termasuk melakukan mutasi dijajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Rotasi jabatan strategis itu tertuang dalam surat keputusan Jaksa Agung RI Nomor : Kep-IV-574/C/10/2016, tertanggal 7 Oktober 2016?. Dalam surat yang ditandatangani oleh Jaksa Agung Republik Indonesia, M Prasetyo menyebutkan jabatan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut, Asep N Mulyana dipromosikan dalam jabatan baru sebagai Asisten Khusus Jaksa Agung di Kejagung.

“Jabatan Aspidsus yang baru dipercayakan kepada bapak Agus Salim yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Khusus Lainnya pada Direktur Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Bobbi Sandri kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/10) siang.

Selain Asep, Jaksa Agung juga memberikan promosi jabatan kepada Sunarko, yang sebelumnya menjabat sebagai Kordinator Jaksa di Pidana Umum (Pidum) Kejati Sumut. Kini, Sunarko menduduki jabatan baru sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sawahlunto di Kejati Sumatera Barat (Sumbar).

Promosi jabatan juga dialami oleh juru bicara Kejati Sumut ini, Bobbi Sandri, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Penkum Kejati Sumut, menduduki jabatan baru sebagai kordinator Jaksa di Kejati Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kota Palu.

Kepada sejulah wartawan, Bobbi mengaku punya banyak kesan selama 11 bulan bertugas di Kejatisu sebagai Kasipenkum. “Banyak kesan yang saya rasakan selama bertugas di sini, rekan-rekan media sangat kritis,” ujarnya.

Meski begitu, Bobbi mengaku jika posisi yang ia tinggalkan nantinya masih kosong, karena hingga kini Kejagung masih belum menunjuk pejabat baru. Untuk sementara, pejabat di Kasipenkum diyakini akan kosong untuk sementara waktu. “Untuk pengganti saya belum ada, kebijakan itu ada dari pusat (Kejagung),” katanya.

Meski surat keputusan mutasi jabatan sudah keluar. Namun, tidak serta merta mereka langsung angkat kaki dari Kejati Sumut. Bobbi mengatakan masih menunggu surat perintah tugas dari Jaksa Agung. “Surat biasanya keluar satu bulan ke depan setelah surat keputusan Jaksa Agung ini keluar,” pungkasnya. (van)

Loading...