Pelaku Bom Gereja Katolik Dihukum 5 Tahun Penjara

315

M24.CO|JAKARTA

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur‎ menjatuhkan hukuman terhadap IAH terdakwa kasus percobaan bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan Dr. Mansyur, Medan, dengan hukuman lima tahun dan dua bulan kurungan penjara.

Dalam nota vonis majelis hakim, ‎remaja berusia 17 tahun itu, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum melakukan aksi terorisme. Dengan itu, terdakwa dijerat dengan Undang-undang Nomor 9 tahun 2019 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme.

Untuk diketahui, IAH masih tergolong anak dibawah umur sehingga sidang digelar dengan sistem peradilan anak. Dengan itu, sidang cepat berlangsung.

“Vonis yang digelar di PN Jakarta Timur pada hari Selasa, 4 Oktober 2016. Dengan vonis 5 tahun, dua bulan kurungan penjara,” sebut Rizal Sihombing selaku tim kuasa hukum IAH, saat dikonfirmasi wartawan, akhir pekan.

Dia menambahkan Untuk saat ini, IAH menjalani hukuman kurungan penjara di Lembaga Perlindungan Anak Sementara (LPAS) di Salepolisi.
Diberitakan sebelumnya, IAH melakukan aksi teror bom di Gereja Santo Yosep, Minggu pagi, 28 Agustus 2016, sekira pukul 08.00 WIB. Ia diketahui membawa ransel berisi bom rakitan.

Saat kejadian, diduga bom yang dibawa IAH gagal meledak. Tasnya hanya mengeluarkan percikan api. Karena itu, IAH pun mengeluarkan senjata tajam dan menyerang pastor yang bernama Albert Pandingan.

Jemaat pun panik, beberapa berhamburan dan lainnya berupaya menghentikan perbuatan IAH. Beruntung bom tidak meledak dan IAH pun berhasil dilumpuhkan lalu diserahkan ke polisi.(drc)

 

Loading...