Pembangunan ‘Sutet’ Buat Kota Binjai Tidak Kondusif

567
ketawa
Polisi dan prangkat desa saat melakukan pengamanan kasus pembangunan sutet di binjai (metro24.co/han)

M24.CO|BINJAI

Pembangunan pondasi tiang saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet), di Kota Binjai terus menuai kecaman dari masyarakat. Kali ini ratusan warga Lingkungan Vll, Gang Pribadi, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, kembali melakukan unjuk rasa.

Mereka menuntut pihak PLN yang akan melakukan pembangunan pondasi tiang saluran utama tegangan ekstra tinggi (Sutet), agar menghentikan pengerjaan terlebih dahulu, Selasa, (27/9/2016).

Warga menuding, pihak PLN terkesan mengenyampingkan kesehatan para warga. Dimana pembangunan pondasi Sutet yang akan di bangun berada di tiga kelurahan, seperti Kelurahan Pahlawan, Kelurahan Nangka, serta Kelurahan Jati Makmur.

“Warga jelas-jelas tidak setuju, karena radiasi yang ditimbulkan bisa mengakibatkan kami serta anak cucu kami mengalami penyakit. Sosialisasi aja tidak ada sama sekali, apalagi konpensasi, tiba-tiba langsung mau mendirikan Sutet,” ucap salah seorang pendemo yang bernama Yuli dengan nada geram.

Senada dengan Yuli, ibu Tri yang merupakan warga sekitar merasa sangat kesal akan didirikannya tiang Sutet di daerahnya. “Belum ada pembicaraan sama sekali, sudah mau di dirikan tiang Sutet, apa kami ini di anggap bukan manusia. Kami tau ini proyek negara, tapi jangan korbankan warga, pakai hati nurani lah PLN,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, camat Binjai utara Sugiono, mengakui bahwa Pihak PLN belum ada datang ke kantor camat Binjai utara. “Pihak PLN akhir akhir ini belum ada datang sama sekali. Seingat saya hanya pada tahun 2013 saja, tapi dari tahun 2013 sampai sekarang, warga kan ada yang pindah atau meninggal, sepantasnya PLN assalamu’alaikum ke tempat kami, kalau udah seperti ini kami juga yang repot,” ucapnya kesal.

“Rencananya warga mau kami kumpulkan untuk bertemu dengan pihak PLN,” tambahnya.

Sementara itu, pihak PLN yang berada di lokasi unjuk rasa, terkesan tutup mulut, saat wartawan ingin mengkonfirmasi  terkait pembangunan Sutet. “Kami di titipi pesan agar jangan ngomong. Nanti salah ngomong, silahkan saja konfirmasi ke bagian humas PLN,” ungkapnya.

Wakaupun unjuk rasa sedang berlangsung, namun mobil pick up yang membawa material bangunan pondasi Sutet terus berjalan. Bahkan, pihak pengembang seolah mengabaikan masyarakat yang melakukan unjuk rasa. (han)

Loading...