Penggunaan Dana Desa Dinilai Tidak Transparan

341

M24.CO|SIDIKALANG

Pengerjaan sejumlah proyek bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) di Kabupaten di Dairi, dinilai bermasalah dan tidak tepat sasaran. Bahkan, banyak pengerjaannya tidak mencantumkan plang merek proyek sebagai petunjuk, baik waktu pengerjaan, jenis kegiatan, sumber dana dan pelaksanaan pekerjaan.

Akibatnya, timbul tanda tanya dalam pelaksanaannya di lapangan. Karena diketahui plang merek proyek mutlak dipasang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tak heran banyak muncul kecurigaan proyek yang tak berplang merek itu terkesan tidak transparan.

Pantauan M24, di Desa Sumbul Tengah, Kec. Tigalingga, dimana pengerjaan pengaspalan jalan, pembangunan parit semen dan pembangunan losd sama sekali tidak mencantumkan plang proyek.

Namun saat hal ini akan dikonfirmasi ke Kepala Desa Sumbul Tengah, Sehat Siregar, Selasa (11/10) yang bersangkutan sedang tidak berada di kantornya. Salah seorang Kepala Dusun di desa tersebut, Nion Sihotang mengatakan, sang Kades sedang berada di kantor Kecamatan Tigalingga. Saat diminta nomor ponsel pimpinannya tersebut, Nion mengaku, tak memiliki nomor hp dari Sehat Siregar.
“Saya tidak punya nomor hpnya. Masalah plang merek proyek saya tidak tahu menahu. Tapi sebelum pengerjaannya, sudah terlebih dahulu di musyawarahkan kepada masyarakat melalui musrembang desa,” ujar Sitohang.

Disebutkan Sitohang, kalau semua pelaksanaan kegiatan penggerjaan proyek pembangunan desa sudah ada di tempel di papan pengumuman di depan kantor. “Lihat aja di papan pengumuman, semua sudah di tempel di situ,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Marga Ginting kepada M24 mengatakan, bahwa proyek tanpa plang itu diduga sengaja tidak di buat agar lepas dari pengawasan masyarakat.

“Percuma kalau dana yang di keluarkan tidak sesuai dengan hasil pekerjaan, belum beberapa bulan nanti sudah hancur lagi. Maunya ada pengawasan dari pihak terkait terhadap sejumlah proyek yang bersumber dari dana desa,” katanya. (metro24/fajar)

Loading...