Pengusaha Mengaku Lega Setelah Ikuti Tax Amnesty

325

TAX AMNESTYM24.co-MEDAN
Muhammad Dahli, pengusaha di sektor perkebunanan kelapa sawit mengaku lega setelah mengikuti program amnesty pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Timur. Ia mendapat penghargaan sebagainya orang pertama yang melakukan amnesty pajak di Kantor Dirjen Jendral Pajak (DJP) Sumut I.

“Saya sangat tergugah setelah melihat berita soal amnesty pajak ini, kemudian saya tanya langsung informasinya sama Acount Representative (AR) (petugas pajak/Red). Tanggal 18 Undang-undang itu disahkan, tanggal 20 saya ditelpon sama AR saya dan tanggal 21 saya bayar. Alhamdulillah seperti kata Presiden ungkap tebus lega, maka saat ini saya sudah lega,” katanya Senin (8/8/2016).

Dikatakan Dahli, sebelumnya Ia mengaku merasa tidak tenang dan khawatir karena ada bagian harta yang Ia tidak tahu penempatan pelaporannya dimana, ada harta yang Ia dapat seperti warisan belum terlampir di SPT.

“Saya takut terungkap dan harus bayar 30 persen, makanya begitu tahu ada program ini saya sangat apresiasi. Selama ini di SPT saya hanya lapor berapa omzet usaha saja, harta yang saya dapatkan seperti warisan dan lainnya tidak saya masukan. Ini hal mulia dari negara kita dan memang harus kita apresiasi, ” ujarnya.

Untuk jumlah harta yang dilaporkan, Dahli mengakui tidak sampai Rp 3 Miliar. Dan Dahli mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan program pemerintah ini.

“Saya harapkan DPJ Sumut untuk melakukan sosialisasi sampai ke kelurahan karena banyak rekan saya yang belum tahu amnesty pajak ini apa, gimana cara atau prosesnya masih banyak yang bingung. Banyak masyarakat yang punya usaha sampingan dan harta lainnya yang tidak tahu melaporkannya dimana,” katanya.

Muhammad Dahli mendapatkan penghargaan sebagai orang pertama yang mengikuti program amnesty pajak di DJP Sumut I, penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil DJP Sumut I, Mukhtar didampingi Kepala KPP Pratama Medan Timur, Risdawati di Kantor DJP Sumut I, Jalan Sukamulia, Medan. (red)

Loading...