Perekonomian Sumut Triwulan II Melonjak Tajam

153

EKONOMIM24.co-MEDAN
Diluar perkiraan ekonomi Sumatera Utara menunjukkan perbaikan yang signifikan pada triwulan II 2016. PDRB tumbuh dari 5,0% (yoy) menjadi 5,7% (yoy) Perbaikan kinerja terjadi di sisi permintaan domestik dan sektor eksternal. Kondisi tersebut, kata Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Sumut , Difi Johansyah, menunjukkan indikasi berlanjutnya tren perbaikan ekonomi meski sempat melambat di triwulan sebelumnya. Perkembangan tersebut juga memberi keyakinan bahwa ekonomi Sumut di tahun 2016 lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Membaiknya perekonomian domestik pada triwulan ini tidak terlepas dari adanya pergeseran bulan Ramadhan yang disertai dengan perbaikan harga komoditas perkebunan sehingga meningkatkan daya beli masyarakat sepanjang triwulan II 2016. Aktivitas konsumsi rumah tangga pada periode ini juga diperkuat dengan adanya pencairan THR, gaji ke 13 dan gaji ke 14 serta realisasi inflasi yang relatif rendah dan terkendali. Dengan demikian, konsumsi swasta mengalami perbaikan yang sangat signifikan, dari 4,7% (yoy) menjadi 5,2% (yoy). Begitu juga dengan konsumsi pemerintah yang terakselerasi sesuai dengan polanya, sebesar 4,3% (yoy) menjadi 4,5% (yoy),” katanya Selasa (9/8).

Dari sisi eksternal, perbaikan harga komoditas perkebunan yang terjadi pada triwulan lalu di tengah permintaan domestik yang meningkat dalam menyambut lebaran menyebabkan adanya peningkatan kinerja ekspor yang signifikan dari 3,2% (yoy) menjadi 6,9% (yoy). Perbaikan ekspor diperkirakan terjadi pada ekspor antar daerah sejalan dengan perbaikan permintaan domestik yg juga terjadi di daerah lain. Sementara itu, ekspor luar negeri juga secara tahunan membaik meski masih dalam teritori negatif. Begitu juga dengan kinerja impor yang meningkat signifikan dari 1,4% (yoy) menjadi 7,4% (yoy). Tingginya peningkatan realisasi impor ini memberikan optimisme perbaikan ekonomi sejalan dengan kenaikan impor barang modal.

“Secara sektoral, indikasi perbaikan tersebut tercermin pada peningkatan pertumbuhan sektor perdagangan dan konstruksi. Selain itu, perbaikan permintaan masih dapat didukung dengan meningkatnya pasokan sejalan dengan pertumbuhan sektor Pertanian yang masih cukup baik. Peningkatan kategori perdagangan terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat dan membaiknya harga komoditas perkebunan. Sementara itu, tepat waktunya realisasi proyek infrastruktur strategis nasional di Sumatera Utara juga turut berkontribusi pada akselerasi sektor konstruksi. Adanya perbaikan harga komoditas perkebunan berkontribusi pada membaiknya sektor pertanian,” ujarnya.

Membaiknya perekonomian triwulan II 2016 semakin menguatkan tren perbaikan perekonomian ke depan. Pada triwulan III 2016 perekonomian Sumatera Utara diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5,1%-5,5% (yoy). Masih baiknya perekonomian Sumatera Utara terutama ditopang oleh masih kuatnya konsumsi masyarakat serta realisasi infrastruktur strategis yang semakin dipercepat.

“Adanya kontrak pembelian BBN diperkirakan akan mendorong kinerja ekspor antara daerah meski pasar komoditas internasional masih dibayangi ketidakpastian. Adanya pelonggaran kebijakan moneter serta berbagai kebijakan pemerintah yang terus digalakkan diharapkan mampu mendorong perekonomian Sumatera Utara untuk terus membaik ke depannya,” pungkasnya. (red)

Loading...