Petani Bayar 750 Ribu, Sumur Bor Bantuan Pemerintah tak Mengeluarkan Air

345
petani tunjukkan sumur bor bantuan pemerintah (M24.co/hermansyah)

M24.co-Gebang

petani tunjukkan sumur bor bantuan pemerintah (M24.co/hermansyah)
petani tunjukkan sumur bor bantuan pemerintah (M24.co/hermansyah)

Sudah bayar Rp750 ribu, sumur bor bantuan pemerintah untuk mengairi sawah tadah hujan di 15 titik se Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat tak kunjung keluar airnya.

Petani pun menuding kalau bantuan melalui Dinas Pertanian Pemkab Langkat ini disyaki pengerjaannya dilakukan pemborong asal jadi.

”Sumur bor ini sedianya untuk membantu petani mencegah kekeringan saat musim kemarau, tapi sekarang kering,”kata seorang petani yang tinggal di Bukit Bengkirai Dusun I, Kecamatan Gebang.

Disebutkan, pembangunan sumur bor dilaksanakan Desember tahun 2015 dengan kedalaman 33 meter di areal persawahan petani. Sewaktu pengerjaannya petani diharuskan membayar uang sebesar Rp 750 ribu, jika tidak sumur batal dikerjakan.

“Ya, kami harus bagimana, terpaksa menerima syarat tersebut,”ucapnya petani. Karena sangat membutuhkan sumber air untuk sawahnya, petani harus menyediakan uang yang diminta agar bisa mendapatkan bantuan sumur bor.

 

“Melalui ketua kelompok tani, dengan segala cara kami upayakan mencari dana tersebut. Setiap anggota yang sudah ada dananya menyerahkan kepada ketua kelompok agar pekerjaan itu terlaksana,”tambahnya.

Namun kini para petani di Bukit Bengkirai merasa tertipu. Sebab setelah proyek selesai serta mesin sedot air berlogo honda buatan cina diserahkan ke  petani tak mengeluarkan air.  (hermansyah)

 

 

Loading...