Pimpinan DPRD Medan Kunjungi Polwan Korban Angkot

52

MEDAN|Peristiwa supir angkutan kota (angkot) arogan yang menabrak Polwan cantik, Bripka Pama Winda Simanungkalit, di Jalan Jamin Ginting, Sabtu (18/3) lalu dan sempat terekam CCTV milik Dinas Perhubungan menyita perhatian nitezen. Peristiwa naas tersebut sempat menjadi viral di sejumlah media sosial dan media massa terbitan lokal.

Kejadian ini juga menjadi perhatian serius para politisi yang duduk di DPRD Medan. Pasalnya, tindakan supir angkot arogan tersebut menunjukkan Dinas Perhubungan lemah dalam memberikan pembinaan kepada para supir yang tergabung dalam organisasi seperti Kesper dan Organda.

Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung, di sela-sela kunjungannya ke Rumah Sakit Brimob Jalan Wahid Hasyim, Senin (20/3), menyayangkan kejadian itu. Seharusnya Polisi bertindak tegas bila terjadi pelanggaran di jalan raya, dengan mencabut langsung Surat Izin Mengemudi milik si pelanggar.

“Kita juga sering melihat angkot berhenti sembarangan menurunkan penumpang. Padahal Pemko Medan sudah menganggarkan dana untuk pembuatan halte bagi para pengguna jasa, agar kota ini terlihat tertib berlalulintas. Seharusnya Polisi, khususnya Satlantas juga bisa mengarahkan para supir angkot itu untuk berhenti di halte,” sarannya yang kemudian di amini Wakil Ketua DPRD Medan lainnya, Iswanda Ramli, Ihwan Ritonga dan anggota Komisi DPRD Medan, Ahmad Arif.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga, merasa prihatin atas peristiwa yang menimpa Bripka Pama. Menurutnya peristiwa penabrakan ini tidak harus terjadi, jika supir angkot tersebut memahami aturan dalam berlalulintas.

“Sangat kita sayangkan tindakan yang dilakukan supir angkot itu jika kita lihat hasil rekaman CCTV-nya. Mungkin supir angkot itu tidak melalui jalur resmi dalam mengurus surat izin mengemudinya. Kalau dia (supir, red) mengurus secara resmi, pasti dia faham dengan konsekuensinya jika melanggar aturan tertulis maupun tersirat,” ungkapnya.

Politisi Gerindra ini mememinta Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan melakukan langkah kongkrit dalam pembinaan para supir angkot.

“Sekarang ini kan muncul angkutan berbasis online. Kenapa bertahan sampai sekarang, karena masyarakat merasa nyaman menggunakan angkutan berbasis online ini. Tarifnya juga tidak terlalu memberatkan kantong. Pelayanannya juga bagus. Jadi supaya angkutan massal kita juga tidak ditinggalkan penggunanya, cobalah perbaiki semuanya. Mulai dari unitnya sampai dengan pelayanannya,” pintanya. (red)

Loading...