PKL di Nias Geruduk Kantor Satpol PP

531

ed427aea-d525-4ca3-9b45-410b950375b1M24.COlGUNUNGSITOLI

Tidak terima ditertibkan, puluhan pedagang kaki lima di Kota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, menggeruduk Kantor Satpol-PP Kota Gunungsitoli, yang terletak di Jalan Magiao, Kecamatan Gunungsitoli, (30/10/2016).

Kedatangan para PKL yang sebagian besar didominasi pedagang pakaian bekas (Monja) tersebut, langsung diterima Kepala Kantor Satpol-PP Kota Gunungsitoli, Murni Dharma Zebua SH.

Dalam pertemuan dengan para PKL, Murni Dharma menjelaskan jika operasi penertiban dilakukan berdasarkan Perda Kota Gunungsitoli No 4 Tahun 2016, seperti tertuang pada Pasal 35, 36, dan Pasal 13 huruf e.

“Sudah jelas dalam Perda tertulis PKL dan pedagang musiman dilarang untuk menjajakan barang dagangannya baik diatas trotoar jalan, maupun di teras atau di halaman toko milik warga,”ucapnya.

Murni Dharma menyarankan agar PKL juga menyampaikan protes ke DPRD Kota Gunungsitoli, dan meminta supaya Wakil Rakyat segera merevisi Perda tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Sebelum Perda No 4 tahun 2016 disahkan, tentu DPRD sudah melakukan hearing public. Dari itu, bila DPRD mengeluarkan rekomendasi, maka kami bersedia untuk segera mengakomodirnya,”tutup Dharma.

Mendengar penjelasan orang nomor satu ditubuh penegak Perda Kota Gunungsitoli tersebut, sejumlah PKL bersorak sambil mengatakan bahwa sebelumnya Pemerintah Daerah tidak pernah memberikan sosialisasi soal Perda No 4 tahun 2016.

“Kami binggung dengan peraturan ini, kalau diatas trotoar jalan dilarang berdagang kami dapat memahami, namun kalau sampai diteras toko punya orangpun dilarang kami tidak bisa terima,”teriak Damayanti Lase, seorang PKL.

Dari pantauan metro24.Co, aksi menggeruduk kantor Satpol-PP pun membuahkan hasil bagi para PKL. Meski sebelumnya ditertibkan, Murni Dharma terpaksa memperbolehkan para PKL untuk kembali berjualan. (Noris)⁠⁠⁠⁠

Loading...