90 persen penghuni rutan Labuhandeli golput

LABUHAN-M24 | Sebanyak 1.119 dari 1.255 penghuni di Rutan Labuhandeli Klas II, Jln Titi Pahlawan, Kecamatan Medan Deli, tidak masuk daftar pemilih tetap (DPT). Akibatnya, sekitar 90 persen tahanan tidak menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan data di tempat pemungutan suara (TPS) khusus Rutan Labuhandeli, ada 136 penghuni yang masuk DPT, menggunakan hak pilihnya. Dari jumlah itu, 67 orang ikut mencoblos. Sedangkan, 69 penghuni lainnya tidak mencoblos (golput).

Kepala Rutan Labuhandeli Klas II, Nimrot Sihotang, mengatakan, sebelum dilakukan pendataan penghuni di Rutan Labuhandeli, pihaknya sudah mengajukan jumlah tahanan sebanyak 1.255 ke KPU Provinsi. Berdasarkan data mereka, pihak KPU kemudian mengeluarkan daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 596 orang. Setelah direvisi, ternyata KPU menetapkan hanya sebanyak 136 orang yang masuk dalam DPT.

Loading...

“Jadi, hampir 90 persen warga binaan kita tidak ikut memilih, karena mereka tidak masuk dalam DPT, banyak juga warga binaan kita yang kecewa,” sebut Nimrot, Rabu (27/6).

Dijelaskannya, pihaknya sebelumnya sudah konfirmasi soal warga binaan yang tidak masuk DPT, setelah dikirim data ke Disdukcapil Kota Medan. Tapi, penghuni mereka rata-rata dari Deliserdang. Mereka pun mencoba mengirim data ke Disdukcapil Deliserdang, namun hasilnya juga tidak mereka terima untuk diikutkan dalam DPT. Sehingga, data yang dikeluarkan KPU untuk DPT tidak sebanding dengan jumlah warga binaan di Rutan Labuhandeli.

“Semua upaya sudah kita lakukan, tapi hasilnya hanya 136 orang yang masuk DPT, makanya banyak warga binaan kita tidak ikut mencoblos,” sebut Nimrot.

Hasil penghitungan suara sementara, nomor urut 1 (Eramas) memperoleh 37 suara dan nomor urut 2 (Djoss) memperoleh 30 suara. “Kita harapkan, ke depan stakeholder dapat mengevaluasi sistem pendataan. Agar warga binaan dapat menggunakan hak pilihnya,” terang Nimrot.

Di TPS khusus di Panti Jompo, Jln KL Yos Sudarso, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, ada 36 orang menggunakan hak pilihnya. Hasil penghitungan suara sementara, Eramas tak memperoleh suara dan Djoss memperoleh 35 suara. Aatu surat suara rusak atau tidak sah.

Sementara, dari 20 napi yang menghuni Rutan Pancurbatu, hanya 18 orang yang nyoblos. Dua napi lainnya telah bebas sebelum hari pencoblosan. “Untuk petugas KPPS-nya itu dari kecamatan setempat. Jadi secara teknis, sudah diatur KPU untuk pelaksanaannya,” kata Kacab Rutan Pancurbatu, R Ginting SH, melalui KPCR Jeremia SH, Rabu (27/6).

Jeremia berharap, pesta demokrasi lima tahun sekali ini bisa dimanfaatkan narapidana. Terlebih meskipun berstatus warga binaan, para napi tersebut merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai hak memilih.

Sementara, dari 3.319 warga binaan di Rutan Tanjunggusta, hanya 270 tahanan yang memiliki formulir surat pindah memilih (A5). “Awalnya ada 57 orang namun karena ada perekaman e-KTP menjadi 270 orang yang mengurus surat pindah memilih,” ungkap Kepala Rutan Klas IA Tanjunggusta Medan, Maju Amintas Siburian, Rabu (27/6).

Maju Amintas Siburian menggunakan hak pilihnya (mencoblos) di TPS Rutan Tanjunggusta. “Iya, saya mencoblos di sini (Rutan). Ini sebagai tanggungjawab juga dengan pekerjaan,” kata Siburian.

Kepala Pengamanan Rutan, Rindra menambahkan, situasi saat pemilihan suara berlangsung berjalan aman dan tertib. “Tidak ada masalah. Semua aman dan terkendali bang,” tutupnya. (mag1/ali/ansah)

Loading...