#AhokMendagri, Jokowi Bisa Tambah Masalah Kata Gerindra

57

JAKARTA|Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Basuki Tjahaja Purnama tidak mungkin masuk kabinet apalagi menjadi Menteri Dalam Negeri. Alasannya, status pria yang akrab disapa Ahok itu belum jelas dalam kasus penistaan agama yang sedang disidangkan.

“Nah, kalau nanti ternyata Ahok divonis hukuman penjara oleh Majelis Hakim, kan statusnya jadi narapidana. Dan kalau bebas, jaksa kan pasti banding juga. Yang bener aja, masa narapidana mau jadi pejabat negara sih?” kata Arief.

Arief juga menilai Presiden Jokowi masih memiliki pikiran sehat alias waras. Selain itu, Mendagri saat ini dijabat oleh Tjahjo Kumolo yang merupakan kader asli Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang ditempatkan di pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Ahok itu kan kader partai yang kutu loncat. Lagipula memang Ahok spesialnya apa sih di mata Joko Widodo? Apa karena ada rumor kalau Ahok itu pegang semua rahasia adanya ketidakberesan Joko Widodo dalam kasus korupsi armada busway, sampai-sampai Ahok diistimewakan sama Pak Joko Widodo,” ujarnya.

Menurutnya, kasus korupsi armada busway sudah selesai dan sudah ada yang dihukum. “Apa karena kasus RS Sumber Waras yang aliran dananya entah ke mana dan dicairkan tergesa-gesa dini hari?” lanjut dia.

Meskipun demikian, dia berpendapat bahwa reshuffle memang harus dilakukan oleh Jokowi. Namun dengan alasan memperbaiki keadaan ekonomi, sosial politik yang memburuk akibat kinerja para menteri yang tidak maksimal.

“Tapi bukan Ahok dijadikan Mendagri. Bisa tambah masalah lagi Pak Joko Widodonya nanti,” ucapnya.

Isu reshuffle kabinet kembali mengemuka. Kali ini, Presiden Jokowi sendiri yang memantik.

Jokowi menyatakan bahwa menteri kabinetnya diberi target tinggi. Segala upaya harus dikerahkan oleh para menteri untuk mewujudkannya. Bila gagal mencapai target itu maka mereka bisa diganti, bisa digeser, bisa dicopot.

Reaksi spekulatif pun bermunculan. Bahkan, sejumlah pihak menyebut bahwa reshuffle kabinet akan dilakukan segera oleh Jokowi, menyusul kekalahan Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama di Pilkada. Tagar #AhokMendagri sudah berseliweran di lini masa Twitter.[viva]

Loading...