Cipayung Plus imbau masyarakat jangan terpancing isu SARA

Bar-Medan |Masyarakat di Sumut diminta jangan terpancing isu SARA dalam Pilkada serentak 2018. Tetap junjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan, berfikir cerdas dan bijak, demi terciptanya kondisi damai di Sumut.

Itu diungkapkan seratusan mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan, saat gelar aksi damai di Bundaran Majestik, Jln Gatot Subroto, kemarin. Dalam aksi itu, seratusan mahasiswa dari Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII), PC Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH), mengimbau seluruh lapisan masyarakat Sumut, khususnya Kota Medan, menjadikan tahun ini sebagai tahun pesta demokrasi yang damai.

“Tahun ini adalah tahun politik yang akan digelar Pilkada serentak. Untuk itu kepada seluruh masyarakat Sumut tetap menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan serta berfikir cerdas dan bijak, demi terciptanya kondisi damai di Sumut,” kata Ketua PC HIMMAH Medan, M Ilham Fauzi, dalam orasinya.

Loading...

Selain itu, sambungnya, masyarakat Sumut diminta tidak terpancing perbuatan anarkis, pelecehan, pencemaran nama baik dan intimidasi seseorang atau mengeluarkan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta memprovokasi masyarakat, yang dapat memecah belah hingga mengganggu kondusifitas Sumut.

“Masyarakat Sumut harus berfikir cerdas, kritis dan bijaksana. Jangan mau diperdaya oleh seseorang atau kelompok elit politik tertentu, yang melakukan politik uang dengan maksud menyarankan memilih atau memberikan suara kepada salah satu calon,” imbuhnya.

Masih dalam orasinya, Cipayung Plus Kota Medan juga menolak dan mengutuk keras politik SARA dan kebencian, yang berdampak terhadap timbulnya perpecahan antara umat beragama di Sumut, khususnya di Kota Medan.

“Kita berharap, Pilgubsu dan Pilkada serentak 2018 yang akan digelar di Sumut dapat berjalan aman, demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan maju,” tandasnya.

Loading...