Diduga Tak Penuhi Mahar, Bacaleg PDIP Tebingtinggi Dicoret

TEBINGTINGGI-M24 | PDI Perjuangan lakukan pencoretan bakal calon legislatif (Bacaleg) secara sepihak, diduga terkait masalah mahar.

Hal itu diungkapkan Ruben Sembiring alias Ruben, salah seorang Bacaleg, warga Jln Kutilang, KPR BTN DEPABRI, Lingkungan IV, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, di Kantor PDIP Jln Letda Sujono, Kota Tebingtinggi, Selasa (24/7).

Menurutnya, saat penjaringan oleh PDIP, Ruben merupakan salah seorang Bacaleg yang dianggap dapat mendulang suara di Dapil II, Kecamatan Padang Hulu/Bajenis dengan alokasi 10 kursi. “Kami seluruh Bacaleg telah dilakukan uji test melalui jaringan on line, yang dilakukan DPD PDIP Sumut melalui DPC PDIP Tebingtinggi,” terangnya.

Loading...

Dia mengatakan, 5 tahun lalu dirinya pernah nyaleg dari PKB periode 2014-2019. Namun di Pemilu Legislatif 2019, dia diajak bergabung di PDIP Tebingtinggi. Sebab, dirinya dulang 5% suara saat jadi caleg PKB. Atas pertimbangan itu, Ruben menjadi perhatian beberapa partai. Namun dirinya bersikukuh memilih PDIP sebagai perahu untuk memperjuangkan wong cilik.

Yang membuat Ruben kecewa dengan PDIP Tebingtinggi, melalui Ketua Iman Irdian Saragih SE, mengatakan, pencoretan yang dilakukaan terhadap dirinya bermuara pada DPP. “Darimana tau DPP mencoret nama saya, itu semua kan dilakukan DPC PDIP Tebingtinggi. Apakah karena saya tidak memiliki uang untuk dihambur-hamburkan kepada konstituen dalam mendulang suara bagi kemenangan Caleg,” ujar Ruben kesal.

Mirisnya, Bacaleg PDIP dari Dapil II, Dian, melontarkan kata-kata tidak mengenakkan. “Apakah sudah cukup keuangan ibu untuk diberikan pada konstituen di lapangan untuk mendulang suara,” ucap Ruben menirukan ucapan Dian.

Berarti, katanya, jelas para pengurus yang mencoretnya karena tak memiliki dana untuk dihambur-hamburkan. “Saya akan tuntut DPC PDIP Tebingtinggi melalui kuasa hukum saya dengan pendzoliman dan pencemaran nama baik. Atas kecurangan para pengurus menggatikan saya dengan Jumanto, yang tidak pernah aktif di partai,” ucapnya.

Sementara, Ketua PAC Rambutan, Benny Sihombing didampingi Ketua Ranting Kelurahan Durian, Sukarto, mengatakan, tidak mengenal siapa Jumanto. “Kami di PDIP selama 30 tahun tidak pernah mengenal Jumanto,” ucap Beny.

Sayangnya, Ketua PDIP Tebingtinggi saat dikonfirmasi wartawan, langsung masuk ke mobil dan melarikan diri. Saat dihubungi sellulernya, dia tak mau mengangkat, malah langsung mematikan hapenya.

Panitia Penjaringan Bacaleg PDIP Tebingtinggi, Marada Panggabean SE, didamping Tuty Lestari, bagian sekretariat, saat dikonfirmasi, mengatakan, berkas telah dikirim ke DPD kemudian dilanjutkan ke DPP. DPP kemudian menyeleksi para Bacaleg dan hasil akhirnya dikirim ke KPU masing masing. Mengenai kutipan saat ujian online, tak dibantahnya. Dikutip uang dari para Bacaleg sebesar Rp506.500.

“Dan ini ada aturannya dan juga merupakan kesepakatan partai dengan para Bacaleg.
Jadi tidak benar ada kutipan liar maupun mahar yang dilakukan PDIP Tebingtinggi terhadap para Bacaleg,” jelas Marada. (agus)

Loading...