Djarot dan Sihar Main di Pileg

MEDAN-M24 | Seakan belum puas setelah gagal memenangkan pertarungan Pilgubsu 2018, politikus PDIP, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, maju dalam pencalonan DPR RI pada Pemilu 2019.

Djarot yang merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta, mencalonkan diri dari Dapil Sumut III, meliputi sepuluh kabupaten/kota, Karo, Simalungun, Siantar, Binjai, Langkat, Dairi, Pakpak Bharat, Batubara, Asahan dan Kota Tanjungbalai.

Sihar yang sebelumnya Staf Ahli Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, mencalonkan diri dari Dapil Sumut II, terdiri dari 19 kabupaten/kota, Taput, Tapteng, Nias Utara, Nisel, Nias, Gunung Sitoli, Sibolga, Humbahas, Samosir, Labuhanbatu, Labusel, Labuhanbatu Utara, Tapsel, Padangsidimpuan, Madina, Nias Barat, Tobasa, Palas dan Paluta.

Loading...

“Nanti mereka akan mendaftar di KPU RI,” kata Ketua PDIP Sumut, Japorman Saragih di sela-sela pendaftaran bakal calon anggota legislatif DPRD Sumut, di KPU Sumut, Jln Perintis Kemerdekaan, Medan, Selasa (17/7).

Selain Djarot dan Sihar, Menkumham Yasonna Laoly, Irmadi Lubis dan Sofyan Tan, juga kembali mencalonkan diri.

Japorman didampingi Sekretaris PDIP Sumut, Soetarto, menambahkan, merujuk pada perolehan suara di Pilgubsu 2018 sebanyak 42%, PDIP menargetkan perolehan 24%-25% suara Pemilu Legislatif 2019. Dengan demikian jumlah kursi yang akan didapatkan diharapkan mencapai 25. Hal itu dinyatakan sebagai sesuatu yang logis.

Kata Soetarto, 42% suara di Pilgubsu merupakan buah kerja keras kader partai yang solid dan ditopang relawan. Pihaknya akan merawat suara tersebut agar kembali diperoleh pada Pileg 2019. Terkait 100 bacaleg di 12 daerah pemilihan, disebutkan didapatkan dari sejumlah tokoh masyarakat, tokoh relawan serta kader partai.

“Dari seluruh bacaleg keterwakilan perempuan sebanyak 36%,” kata Sutarto yang mencalonkan diri dari daerah pemilihan Deliserdang.

Japorman yang sempat dikabarkan mencalonksn diri dari dapil Sumut B, menyatakan urung dilakukan. “Saya tidak ikut mencalonkan diri, saya biarlah menjaga partai. Yang muda-muda saja yang maju,” tegas Japorman.

Sementara, Pengamat Politik Asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sohibul Anshor Siregar, mengatakan, majunya Djarot dan Sihar sebagai calon legislatif DPR RI dari Dapil Sumut II dan III, akan sedikit mengguncang persaingan antar kader PDIP yang akan maju dari Dapil yang sama.

“Menurut saya partai pengusung mereka memiliki pandangan berbeda dalam sistem penjaringan Caleg. Tapi di Sumut ini, banyak calon kepala daerah yang kalah bertarung, namun sukses menjadi anggota DPR RI dari Sumut, contohnya Ali Umri, Fadly Nurzal dan Abdul Wahab Dalimunthe. Jadi bisa saja fenomena ini yang mereka terapkan dalam pencalonan Djarot dan Sihar ini,” katanya.

Ditambahkan Sohibul, di Dapil yang diikuti Djarot dan Sihar sendiri, PDIP sebenarnya memiliki kader-kader yang mumpuni, seperti Junimart Girsang dan Trimedya Panjaitan. “Yang kita ketahui, Djarot sendiri masih asing bagi masyarakat Sumut. Kalau Sihar mungkin orang sudah banyak kenal, karena sebelumnya dia juga pernah maju sebagai Caleg DPR RI dan memperoleh suara yang mencukupi, namun partai pengusungnya saat itu yang tak mencapai Parlementary Trashold,” katanya. (donny)

Loading...