Edy Rahmayadi dinilai teruji jaga keutuhan NKRI

Ayke – Medan | Pengalaman prajurit sebagai Pangdam I BB hingga meraih pangkat Letnan Jenderal sebagai Pangkostrad, merupakan bukti kalau Edy Rahmayadi cukup teruji menjaga keutuhan NKRI.

Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan masyarakat Tionghoa, untuk tidak ragu memilih pasangan Cagubsu nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dalam Pilgubsu 2018. Karena sebagai masyarakat yang sebahagian besar bermata pencarian wiraswasta, hal yang paling utama adalan persoalan jaminan kenyamanan dan keamanan dalam berusaha.

“Pak Edy sudah jelas Merah Putih. Kita sangat yakin masyarakat akan aman dan nyaman berusaha. Untuk itu mari kita sampaikan kepada keluarga kita, saudara kita, tetanga kita, untuk ke TPS, coblos satu aja. Jangan dua, karena coblos dua batal,” ajak Sukiwi Tjong, pengurus Hati Emas, pendukung pasangan Eramas, dalam acara Lomba Karaoke Piala Emas, di Hee Lai Ton Restoran, Jln Gandhi Medan, Minggu (6/5) malam.

Loading...

Sebelumnya, Relawan Hati Emas yang diketuai Goh Kiat Tie, mengajak masyarakat Sumut dari etnis Thionghoa, tidak ragu memilih pasangan Eramas, sebagai pemimpin Sumut periode 2018-2023.

Beberapa alasan kenapa masyarakat memilih Eramas, karena lebel putra daerah yang melekat di diri keduanya. Menurut Goh Kiat Tie, akan sulit memperbaiki Sumut ini, jika tidak dilakukan putra daerah sendiri. “Pak Edy jelas tegas, berani dan bermartabat. Masak orang lain yang kita percayakan memperbaiki persoalan di dalam rumah kita,” ujarnya.

Menyahuti itu, Edy kembali menegaskan, etnis Thionghoa di Sumut merupakan salah satu kekuatan yang tak terpisahkan dan saling melengkapi etnis-etnis lainnya, guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumut pada umumnya.

Karenanya, terlalu naif menurut Edy, jika etnis Thionghoa merasa terkotak-kotak. Sehingga memunculkan persepsi negatif, dimana etnis Thionghoa diragukan kecintaannya pada NKRI. Sebaliknya, etnis diluar Thionghoa, juga merasa kalau mereka tidak bisa menyatu dengan etnis Thionghoa.

“Hal-hal seperti ini yang membuat kita sulit maju. Seharusnya kita tidak lagi memandang itu. Semua potensi harusnya digerakan dan menyatu, sehingga kesenjangan di tengah-tengah masyarakat tidak perlu lagi terjadi. Saya minta lakukanlah yang terbaik untuk Sumut dan juga NKRI yang kita cintai ini,” tandas Edy, disambut tepuk tangan meriah masyarakat yang hadir.

Edy pun mengumpamakan kalau Provinsi Sumut sebagai jarum dalam tenun kebangsaan, yang benar-benar harus terjaga kedamaiannya. Oleh sebab itu, peningkatan kesejahteraan masyarakat, merupakan salah satu alasan yang harus segera dituntaskan, untuk mengantisipasi potensi perpecahan. “Kalau ada warga Sumut dari etnis Tionghoa yang masih merasa dia warga negara China, lebih baik pulang kembali ke China,” pungkasnya.

Loading...