Edy Rahmayadi: Libatkan tetua adat dalam pengelolaan hutan

33

Donny – Medan | Masyarakat adat harus dilibatkan dalam tata kelola hutan, terutama hutan adat. Sebab, hutan itu sudah ada fungsi-fungsinya. Ada hutan lindung, ada pula hutan adat.

Ungkapan tersebut disampaikan Cagubsu nomor urut 1, Edy Rahmayadi, menjawab moderator perihal permasalahan hutan dan masyarakat adat, dalam debat kandidat terbuka Pilgubsu 2018, yang digelar KPU Sumut, di Hotel Santika Dyandra Medan, Sabtu (5/5) malam.

“Kalau mengelola hutan adat tidak melibatkan tetua-tetua adat, maka ini harus diperbaiki. Jangan kita melanggar regulasi soal hutan. Sekali lagi saya tegaskan regulasi soal hutan sudah ada,” kata Edy.

Saat Edy menyinggung soal hutan, Cawagubsut nomor urut 2, Sihar Sitorus, tampak beberapa kali menenggak air minum. Seperti diketahui, Sihar Sitorus beberapa tahun belakangan ini dikait-kaitkan dengan persoalan hutan register 40, yang telah disita negara, tetapi masih dikuasai keluarga mendiang ayahnya, DL Sitorus.

Di debat itu, Pasangan Cagubsu nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) tampak tenang menyampaikan ulasannya. Sebagai putra daerah, Eramas secara lugas menyampaikan pentingnya tata kelola pemerintahan, yang melibatkan partisipasi masyarakat. Edy juga menyinggung soal tata kelola pemerintahan yang bermartabat. Edy menegaskan sistem demokrasi di Indonesia sudah baik.

“Namun tadi pasangan sebelah menyebut Sumut itu lazim dengan pungli dan korupsi. Saya tersinggung sebagai anak Sumut. Saya tegaskan rakyat sumut masih lebih banyak yang baik. Kalau yang pungli itu karena tidak beriman. Maka saya ajak kepada kita semua untuk tidak menggadaikan iman kita,” tegas Edy.

Untuk itu, diperlukan transparansi, partisipasi masyarakat dan akuntabilitas dalam mengelola pemerintahan. Sebagai provinsi terbesar ketiga di Indonesia yang kaya budaya, partisipasi masyarakat Sumut menjadi contoh tauladan bagi rasa aman nasional,” kata Edy Rahmayadi.

Maka hal itu harus diikuti tata kelola di berbagai bidang. Yakni tata ketanagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan nelayan serta pertanian.

Debat yang disiarkan langsung dua televisi nasional dan mengambil tema Tata Kelola Pemerintahan dan Anti Korupsi ini, kedua pasangan calon, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan moderator.

Sebelumnya, Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea, saat membuka debat terbuka ini, menjelaskan, kalau kegiatan mengacu pada PKPU No 1/2017 dan PKPU No 4/2017. Mulia berharap kedua Paslon dapat memanfaatkan debat publik ini untuk menyampaikan visi misi kepada masyarakat, jelang pemungutan suara 27 Juni 2018 mendatang.

“Kampanye sendiri telah dimulai sejak 24 Februari 2018 lalu. Kini kita memasuki tahapan debat publik agar para paslon bisa menyampaikan visi misinya,” kata Mulia.

Loading...