Eramas bentuk TRC tindak cepat dugaan pelanggaran

8

MEDAN-M24 |Tim Pemenangan dan Hukum Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim ini akan menerima laporan atau pengaduan masyarakat terkait indikasi pelanggaran ataupun kecurangan selama Pilgubsu 2018.

Sekretaris Tim Kampanye Eramas, Sandri Harahap, menjelaskan, temuan adanya indikasi pelanggaran Pilgubsu dapat disampaikan ke empat nomor yang telah disiapkan. Yaitu 081266513970, 081361514571, 081361514591 dan 081263186501. “Laporan diharapkan disertai bukti foto atau rekaman video,” imbau Sandri, di Posko Pemenangan Eramas, Jln A Rivai Medan, Senin (25/6).

Koordinator TRC, Abdul Hakim Siagian menambahkan, pihaknya akan mengambil langkah cepat dan progresif terhadap laporan temuan indikasi pelanggaran pada proses Pilgubsu maupun kendala yang dihadapi internal Eramas. “Tujuannya memaksimalkan pencegahan, kepatuhan serta ketaatan kita kepada seluruh aturan hukum. Karena sejak lebaran, kita masih menemukan banyak pelanggaran. Baik terhadap etika maupun berbentuk pidana Pemilu,” tegasnya.

Salah satu contoh, lanjutnya, pembagian kupon zakat palsu yang viral di media sosial. Tindakan tersebut dinilai sangat merugikan Paslon Eramas. Apalagi terkesan dilakukan secara masif dan sistemik. Pihaknya pun sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda dan meyakini aparat kepolisian dapat berlaku objektif.

“Kita juga berharap laporan IPW terkait oknum kepolisian yang menjadi partisipan salah satu paslon agar ditindaklanjuti. Tentunya semua pelanggaran memiliki konsekuensi hukum,” ucap Abdul Hakim.

Tim Hukum Eramas Dr Adi Mansar dan Tim Hukum dari DPP Gerindra Zulfikri Lubis menambahkan, pihaknya sudah menabulasi, terdapat 23 laporan terkait dugaan pelanggaran yang mereka sampaikan. Hanya saja, oleh Bawaslu Sumut dan Medan, laporan tersebut dihentikan.

“Seperti pembagian sembako. Padahal kita sudah menyertakan dua alat bukti yang sah serta keterangan saksi. Hanya saja, setelah laporan didaftarkan dan kita menerima A5, tidak ada tindak lanjut dari Bawaslu. Dalam waktu dekat, kita akan pertanyakan tindak lanjutnya laporan tersbut,” ucap Zulfikri Lubis. (dra)

Loading...