Eramas ungguli Djoss di Lapas Tanjunggusta

28

MEDAN-M24 |Hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang berlangsung di TPS 333 atau Lapas Tanjunggusta Medan, Rabu (27/6), dimenangi oleh pasangan Edy Rahmayadi/Musa Rajekshah (Eramas) atas pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJoss).

Dari hasil perolehan suara, Eramas meraih 125 suara sedangkan Djoss meraih 52 suara dan suara tidak sah sebanyak 3 suara serta yang tidak memilih sebanyak 31 orang dari total DPT 211 orang.

“Proses pemilihan berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” kata Kakanwil Kemenkumham Sumut, Priyadi didampingi Kalapas, Tejo Harwanto.

Namun, Priyadi sedikit kecewa kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK), Panwas dan Bawaslu yang memantau langsung ke dalam Lapas Tanjunggusta.

Saat itu, petugas yang berjumlah lima orang tersebut mengumumkan pejabat Lapas dapat menggunakan hak pilihnya di TPS Lapas Tanjunggusta sesuai dengan surat edaran KPU RI Nomor 574.

“Hari ini kami menyaksikan ada Bawaslu dan teman-teman Panwas, tapi ternyata kok begini. Seolah-olah, pegawai boleh mencoblos tapi kenapa warga binaan tidak boleh. Setelah saya baca aturannya, petugas tidak paham aturannya. Kalau surat edaran, itu sudah benar. Memberikan kesempatan kepada warga binaan yang mempunyai e-KTP, surat keterangan dari Dukcapil untuk menggunakan hak pilihnya. Selesai semuanya. Tetapi barangkali, yang melakukan sosialisasi tidak paham terkait aturan-aturan yang dikeluarkan KPU. Kalau saya melihat tadi, ya tentu, kami di Kementerian Hukum dan HAM kecewa,” ungkapnya.

Rahudman mantan Walikota Medan, mewakili warga Binaan saat diwawancarai wartawan (M24-Ansah)

Rahudman: “Walaupun ditahan, kami antusias mencoblos”

Sementara itu, mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang kini menjadi warga binaan Lapas Tanjunggusta saat diwawancarai mengatakan dia dan warga binaan lain sangat antusias mencoblos dalam Pilgubsu tahun ini.

“Walaupun ditahan, kami tetap antusias. Bahkan ada teman-teman yang kecewa karena tidak bisa memilih,” tutupnya.

Terpisah, Humas Kemenkumham Sumut, Josua Ginting mengatakan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara mengajukan Data Pemilih Sementara (DPS) untuk warga binaan se-Sumatera Utara ?sebanyak 31.189 orang. Namun, yang masuk dalam Pemilih Tetap berjumlah 4.889 orang warga binaan.

“DPT itu, sebanyak 4.889 orang, dengan perincian pria sebanyak 4.445 dan prempuan sebanyak 444. Itu lah data dan wargabinaan memiliki hak suara,” ucap Josua.

Dengan jumlah itu, terdapat 26.300 orang sesuai dengan DPS diajukan oleh Kemenkumham Sumut atau sekitar 12 persen tidak memiliki hak suara pada Pilkada Sumut ini.

Namun, Josua mengungkapkan tidak mengetahui apa alasan puluhan ribuan narapidana itu tidak dapat memilih dengan menggunakan hak suaranya. (ansah)

Loading...