HMK Sidimpuan ragukan independensi Panwaslih

9

Ucok – Sidimpuan |Masih banyaknya alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Sidimpuan di Jalan Lingkar Ujung Gurap dan Jalan Abdul Haris Nasution membuktikan lemahnya kinerja Panwaslih.

Adalah Ketua PB HMK (Himpunan Mahasiswa Kebangkitan) M Hadi Susandra Lubis menilai, ini sebuah bukti lalainya Panwaslih Sidimpuan dalam menjalanakan tugasnya selaku pengawas pelaksanaan Pilkada.

“Seolah-olah ada pembiaran dari Panwaslih karena letaknya bukan di lorong jalan tapi di jalan besar atau jalan lintas. Tak masuk kan kalau ini luput dari perhatian Panwaslih,” katanya.

Menurut Hadi, melihat lamanya dilakukan penertiban alat peraga kampanye, HMK meragukan independensi Panwaslih.

Dia menjelaskan, dalam aturan pelaksanaan kampanye Pilkada 2018 disebutkan ada 24 larangan yang dirangkum dari Undang-Undang Nomor 10/2016 tentang Pilkada dan Peraturan KPU Nomor 4/2017 tentang Kampanye Pilkada. Banner salah satu pasangan calon walikota ini jelas melanggar poin ke-17.

“Bahan Kampanye dilarang untuk disebarkan dan/atau ditempel di tempat umum, meliputi tempat ibadah, rumah sakit, gedung atau fasilitas milik pemerintah, sekolah, jalan protocol, jalan Tol, sarana dan prasarana public serta taman dan pepohonan,” jelas Hadi.

Sementara pantauan koran ini, puluhan banner salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota Sidimpuan, Kamis (8/7), masih dipaku di pohon-pohon kayu sepanjang Jalan By Pass- Jalan Abdul Haris Nasution dan Jalan Lingkar Ujung Gurap.

Loading...