Jokowi Ajak Relawan ‘Siap Berantem’, Gus Irawan: Mungkin Presiden Lagi Galau

12

SIPIROK-M24 | Gus Irawan Pasaribu menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemungkinan sedang galau sehingga dia keceplosan mengeluarkan kalimat mengajak relawannya ‘Siap Berantem’!

Ajakan ‘Siap Berantem’ yang dilontarkan Presiden Jokowi dalam pidatonya di hadapan para relawan di Sentul, Jawa Barat, beberapa hari lalu itupun sempat viral dan membuat netizen heboh. Banyak yang menilai jika kalimat tersebut tak layak dilontarkan oleh seorang kepala negara.

Ketua Komisi VII DPR-RI, Gus Irawan Pasaribu, yang dimintai komentarnya oleh kru metro24 Tabagsel, justru mengimbau agar masyarakat memaklumi terkait ucapan Presiden Jokowi.
“Dimaklumi saja, mungkin beliau (presiden) sedang galau melihat kondisi politik saat ini,” ujar Gus Irawan, yang ditemui Rabu (8/8) di Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel).
Kegalauan itu bisa terjadi akibat elektabilitas Jokowi yang masih labil jelang pemilihan presiden (pilpres), dimana beberapa hari kedepan sudah memasuki jadwal pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Banyak faktor sebenarnya yang membuat beliau galau, salah satunya elektabilitasnya yang masih labil,” imbuh Gus.

Apalagi, lanjut mantan calon Gubsu ini, semakin solidnya partai koalisi yang mengusung Prabowo Subianto juga dapat menjadi penyebab kegalauan Orang Nomor Satu di republik ini. Kondisi ini tentunya berpengaruh terhadap pikiran, sehingga perkataan yang dianggap sebagian orang tidak pantas dari seorang kepala negara akhirnya terlontar tanpa sadar.
Ketika ditanya apakah layak seorang presiden mengeluarkan kalimat ajakan ‘Siap Berantaem’, mantan Direktur Bank Sumut itu menilai, tidak pantas. “Gak wajar saja, seorang presiden berbicara seperti itu di depan ribuan masyarakat dan diliput media-media nasional,” tandas Gus.

Seperti diketahui, pidato Presiden Jokowi yang mengajak para relawannya siap berantem menjadi viral di media sosial (Medsos), hingga kemudian banyak ditanggapi miring oleh sejumlah kalangan. Namun ada baiknya kita membaca dulu lebih lengkap seluruh pidato Presiden Jokowi.

Pidato yang kemudian jadi viral itu diketahui diucapkan Presiden Jokowi di rapat umum relawan di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berikut adalah transkrip lengkap pidato Presiden Jokowi sesuai videonya:

Assalamau’alaikum Wr Wb, selamat sore, salam sejahtera bagi kita semua, Shalom Om Swastiastu, Namo Budaya, salam kebajikan.

Yang saya hormati bapak ibu dan saudara-ibu sekalian.utamanya ketua-ketua relawan beserta jajaran pengurus yang hadir pada sore hari ini. Yang saya hormati bapak ibu dan saudara-saudara sekalian, relawan Jokowi dari Sabang sampang Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Sangat berbahagia sekali pada sore hari ini saya bisa bertemu, saya bisa hadir dalam rapat umum relawan Jokowi di Sentul, Bogor. Perlu saya ucapkan pada kita semua bahwa aset terbesar bangsa kita adalah persatuan, aset terbesar bangsa kita adalah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan. Karena kita harus sadar bahwa bangsa ini memang berbeda-beda, bermacam-macam,majemuk, pro rakyat. Bebeda-beda agama, berbeda-beda suku, berbeda agama, berbda tradisi, berbeda-beda bahasa daerah. Inilah negara kita, Indonesia.

Oleh sebab itu saya mengajak kepada kita semuanya, marilah kita terus menggalang persatuan. Marilah kita terus memelihara persaudaraan dan kerukunan karena kita diberi anugerah oleh Allah, berbeda-beda ,majemuk, warna-warni. Inilah negara kita, Indonesia.
Saya juga mengingatkan kepada kita semuanya bahwa tahun 2019 nanti ada Pilpres. Pilpres 2019 bukan sekedar menang atau kalah, tapi 2019 adalah penguatan demokrasi bangsa kita indonesia, supaya demokrasi kita kuat, supaya rakyat bisa merasakan. Merasakan proses pemilu 2019. Rakyat merasakan kegembiraan politik,gembira karena kita ajak bergerak meneruskan yang sudah kita lakukan di 2014 sampai 2019 nantinya.
Tahun 2019 perlu saya ingatkan ada banyak simpul yang bersama-sama dengan kita. Ada ulama-ulama, ada Parpol, ada Caleg, ada kelompok-kelompok profesional, ada purnawirawan TNI dan Polri, ada Ormas, banyak tokoh-tokoh, dan tentu saja banyak sekali relawan-relawan kita.

Oleh sebab itu kita harus bisa bekerjasama dengan semuanya yang tadi saya sebutkan. Harus kita bisa bersinergi,harus kita bisa berkoordinasi, harus kita bekerja bergotong royong,kerja bareng bersama-sama diantara yang tadi saya sebutkan. Karena nantinya 2019 adalah pemilu serentak. Oleh sebab itu perlu kerjasama dan perlu bersinergi. Jangan sampai diantara kita sendiri tidak rukun, tidak bersinergi dan berkompetisi dalam artian yang tidak baik.

Oleh sebab itu pada kesempatan ini saya minta kepada relawan, kerja keras, bekerja keras. Kalau disana militan, disini harus lebih militan. Kalau dia kerja keras, disini lebih lebih kerja keras lagi. Kalau disana bersatu, kita harus lebih bersatu lagi.
Tapi perlu saya ingakan bahwa kerja-kerja menuju 2019 adalah kerja ke bawah, kerja ke bawah, kerja ke grass root, kerja ke akar rumput, kerja yang betul-betul menyentuh hati rakyat, karena kita ingin mendapat kepercayaan dari rakyat, kita ingin mendapatkan mandat dari rakyat. Oleh sebab itu kerja-kerja sampai ke akar rumput bener-bener ujung, baik yang ada di desa-desa, baik yang ada di RW, baik yang ada di RT. Itulah kerja konkret kita dan riil yang harus kita lakukan.

Tentu saja dimulai dari keluarga kita sendiri. Kemudian melebar dengan tetangga kita.Kemudian melebar lagi membangun kelompok-kelompok di desa, di RW di RT. Itulah pekerjaan-pekerjaan besar kita yang harus kita lakukan untuk 2019. Jangan sampai kita asik membangun jejaring di pusat, tapi kita lupa bahwa pendudukkita ada 17.000 pulau dan 74.000 desa yang semuanya harus kita sentuh tanpa kecuali.

Marilah kita dengar bersama-sama apa yang dibutuhkan rakyat. Yakinkan kepada mereka tentang perubahan yang sudah kita lakukan, dan dalam proses kita lakukan, dan akan kita lakukan lagi untuk Indonesia yang lebih baik ke depan.

Sodara-sodara harus bisa meyakinkan rakyat, sodara-sodara harus bisa memberi keyakinan kepada masyarakat bawah akan ada perubahan-perubahan,dan beberapa sudah kita lakukan, beberapa dalam proses, beberapa akan kita kerjakan untuk negara kita agar negara ini menjadi lebih baik lagi.

Nanti apabila masuk ke tahap kampanye, lakukan kampanye yang simpatik, tunjukkan diri kita adalah relawan yang bersahabat dengan semua golongan, jangan membangun permusuhan, sekali lagi jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain, tapi kalau diajak berantem juga berani. (relawan bersorak-soraaaai membuat Presiden Jokowi agak lama berhenti berorasi)

Tapi jangan ngajak loh. Saya bilang tadi tolong digarisbawahi, jangan ngajak, kalau diajak. Tidak boleh pakai. (suara Presiden Jokowi kelihatan lebih lembut dan rendah)
Saya perlu mengingatkan kepada kita semuanya bahwa masa kampanye itu panjang sekali. Oleh sebab itu kita mesti mengatur nafas panjang kita.Jangan semuanya dikeluarkan sekarang. Nanti pada hari H nya pada loyo, jangan seperti itu.

Ibarat lari marathon, jangan lari di depan kenceng, di akhir justru loyo. Harus dibalik, sekarang kenceng, nanti di akhir lebih kenceng lagi. Atau dimulai sekarang agak lambat, agak cepat,makin cepet, lebih kenceng, dan pada akhirnya kenceng banget.
Saya juga mengajak kepada seluruh relawan untuk membangun persepsi postif,membangun image-image yang positif tentang pemerintahan kita. Apa yang sudah kita lakukan ceritakan, bahwa kita sekarang ini tidak hanya membangun di jawa saja, tetapi kita ini membangun diluar jawa, utamanya Indonesia bagian timur. Kita tidak hanya membangun di kota, tetapi kita juga membangun dari desa-desa. Karena anggaran di desa yang telah kita gelontorkan ke daerah-daerah di desa jumlahnya tidak sedikit.

2015- 20 triliun, 2016 – 47 triliun, 2017- 60 triliun, 2018 – 60 triliun. Totalnya sudah 187 triliun dana desa yang kita gelontorkan. Untuk apa, agar kesenjaangan antara desa dan kota ini gapnya tidak semakin melebar dan bisa kita persempit. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Nanti saya akan rapat dengan ketua-ketua relawan, apa yang harus kita kerjakan, apa yang harus kita lakukan, detil apa yang harus kita kerjakan setiap bulannya, semuahya akan kita rapatkan, kita rencanakan, kita rancang, sehingga kita betul-betul kerja kita semuanya ini mendapatkan hasil yang kita inginkan.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini, saya tutup Wassalam. Merdeka,hidup Indonesia, Indonesia maju, Indonesia maju, Indonesai maju, terima kasih. (zia/yat)

Loading...