JR tuntaskan proses legalisir

16

Donny-Medan | Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Sumut, JR Saragih akhirnya menuntaskan proses legalisir ulang bukti tamat pendidikan SMA/sederajat, yang telah ditetapkan Bawaslu Sumut terkait sengketa Pilkada 2018.

Bersama KPU serta Bawaslu Sumut, perwakilan JR Saragih melakukan legalisir di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat, Senin (12/3). Namun, yang dilegalisir bukan ijazah, melainkan surat keterangan pengganti ijazah (SKPI).

Dalam konferensi pers di Sekretariat DPD Demokrat Sumut, Jln Abdullah Lubis, Medan, Senin (12/3) sore, JR Saragih mengatakan ijazah asli miliknya hilang bersama sejumlah berkas lain. “Apa yang diminta Bawaslu sudah kita laksanakan sesuai prosedur. Tinggal sekarang KPU, apa tindakan dia? Apakah mengikuti keputusan Bawaslu? Kalau dia mengikuti Bawaslu, tiga hari setelah dileges wajib dimasukkan kembali JR-Ance menjadi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur,” kata pensiunan Kolonel TNI yang dua periode menjabat bupati di Simalungun ini.

Menurutnya, legalisir SKPI mereka lakukan karena ijazah asli miliknya hilang. Kepada puluhan wartawan, JR pun membeber kronologis hilangnya ijazah miliknya.

Kamis pekan lalu, JR mengaku mengutus empat orang, di antaranya Siverius Bangun, untuk melegalisir ijazah/STTB SMA Iklas Prasasti atas namanya ke Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat.

“Hari Kamis ke sana, tidak ada satu orang pun dari suku dinas yang bisa kita temui. Nah, setelah itu pindah sana pindah sini. Dan, ternyata ijazah itu hilang berikut sejumlah dokumen lain,” ungkapnya, sembari menegungkit bahwa perjalanan timnya selama di Jakarta terus dimata-matai pihak tertentu. “Kita gak tahulah ya, tapi yang jelas hilang,” tambahnya pula.

Sesuai prosedur, lanjut dia, ada undang-undang yang mengatur kalau ijazah hilang atau rusak bisa dilaporkan untuk diterbitkan SKPI. “Yang tanda tangan itu suku dinas, resmi, nomor ijazahnya ada, nilainya ada. Jadi itulah yang dileges. Tidak mungkin mereka mau mengeluarkan surat kalau itu tidak benar,” tandasnya.

Karena itu, JR menegaskan tidak ada alasan bagi KPU untuk tidak menerima SKPI yang dilegalisir itu. “Terus terang kalau dia tidak akui, itulah bisa kita bawa pidana. Menghalang-halangi, itu pidana. Teman-teman (wartawan) juga tahu ada calon lain pakai SKPI diterimanya,” sebutnya.

Diketahui, calon yang dimaksud JR adalah Sihar Sitorus. “Itu lebih parah. Dia daftar tanggal 10 (Januari 2018). Dan, tanggal 10 itu juga pendaftaran ditutup. Tapi, SKPI baru diserahkan tanggal 15 (Januari 2018). Kalau saya kan waktu daftar ada legalisir ijazah. Ijazahnya pun ada dan saya tunjukkan ke kawan-kawan, tapi kemudian hilang lantaran disuruh legalisir ulang. Jadi jangan saya yang terus diserang soal ijazah ini. Jelas saya ini dizalimi,” tutupnya.

Terpisah, Sekretaris Departemen Dalam Negeri DPP Partai Demokrat, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME mengatakan langkah Partai Demokrat mengusung JR-Ance merupakan sesuatu yang sangat tepat. Terlebih, setelah melihat apa yang sudah diperjuangkan JR Saragih untuk proses pencalonannya.

“Sejak awal kami berkeyakinan JR Saragih adalah kader Partai Demokrat yang bertanggung jawab. Hal ini jelas ditunjukkan dengan selesainya legalisir ijazah yang bersangkutan. Ini juga semakin menguatkan keyakinan kami bahwa langkah Partai Demokrat mengusung Paslon JR-ANCE pada Pilkada Gubernur Sumut 2018 sudah tepat. Dengan keluarnya legalisir dari Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat, seharusnya langkah JR Saragih untuk mengikuti kontestasi ini tidak terhalang lagi. Bahkan, menambah motivasi dan Semangat Baru bagi Sumatera Utara,” tegasnya.

Di pihak lain, Anggota KPU Sumut Benget Silitonga menegaskan, putusan Bawaslu Sumut memerintahkan JR Saragih melegalisir ulang ijazah miliknya. “Tanya yang bersangkutan. Proses hari ini tidak ada kami lihat pelaksanaan putusan Bawaslu. Putusan Bawaslu itu kan legalisir ulang fotokopi ijazah. Yang kami lihat hari ini bukan pelaksanaan keputusan Bawaslu, tapi dokumen lain,” ungkapnya.

Lantas bagaimana pandangan KPU Sumut terhadap hasil legalisir hari ini? “Kita lihatlah dulu,” pungkasnya.

Loading...