Kompetisi Edy dan Djarot menjadi pertarungan seimbang

8

Net-Medan | Pertarungan Pilkada Sumatera Utara 2018, antara Edy Rahmayadi dan Djarot Saiful Hidayat, akan menjadi pertarungan yang seimbang, selevel dan setara.

Menurut Ketua Umum Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut, Septian Fujiansyah Chaniago, Edy Rahmayadi seorang mantan prajurit TNI yang memiliki karakter tegas dan disiplin serta pengalaman. Dan, karir militernya cemerlang, sehingga ia diyakini teruji dari sisi kepemimpinan.

Sedangkan Djarot Saiful Hidayat, memiliki jam terbang yang tinggi di pemerintahan, termasuk di legislatif dan beberapa kali menjadi kepala daerah. Tentu juga sarat akan pengalaman dalam mengelola pemerintahan.

“Karena itu, HMI menganggap dua pasangan calon ini tokoh-tokoh terbaik yang hari ini diinginkan dan menjadi jawaban, akan kebutuhan seluruh masyarakat Sumatera Utara. Apalagi, keduanya relatif bersih dan terhindar dari persoalan-persoalan hukum,” papar Septian, kemarin.

Selain itu, katanya, Sumatera Utara yang merupakan salah satu provinsi ikut menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018, dari 117 daerah di Indonesia, juga sudah dinanti-nantikan masyarakat.

Dinantikan masyarakat, kata Septian, karena dua pasangan Cagubsu dinilai sebagai tokoh yang sangat populer. Ada mantan Pangkostrad, Edy Rahmayadi dan juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. “Keduanya orang-orang terbaik dengan masing-masing latar belakang yang sangat dibutuhkan Sumatera Utara,” kata Septian.

Lebih lanjut dikatakannya, proses Pilgubsu 2018 juga akan berjalan lancar dan kondusif, meski isu SARA dianggap rentan di Sumatera Utara. Belum pernah sekalipun terjadi konflik karena isu itu di pesta demokrasi sebelumnya.

Septian justru meyakini Pilkada Sumut bisa menjadi salah satu contoh berdemokrasi di Indonesia. Karena, di masa lalu mampu menangkal konflik SARA. Akan tetapi, sambung Septian, tidak menutup kemungkinan ada pihak yang berkepentingan, khususnya dalam proses Pilkada ini.

“Untuk itu kepada penyelenggara, kontestan, aparatur dan masyarakat, diharapkan tidak menjadikan Pilkada sebagai kompetisi berbasis identitas, namun menghadirkan kompetisi gagasan untuk Sumatera utara yang lebih berkualitas,” ungkap Septian.