KPU coret 34 ribu TKI warga Sumut

12
Rapat koordinasi KPU Sumut dengan Perpol pengusung balon Gubsu (M24-Donny)

Net-Medan | Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut) akan mencoret sekitar 34.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) warga Sumut, yang bekerja di luar negeri dan tidak pulang saat pemungutan suara 27 Juni 2018.

Hal ini dilakukan untuk membersihkan data pemilih sementara (DPS). Mereka dicoret karena kemungkinan besar tidak pulang saat pemungutan suara.

“Data ini hasil koordinasi KPU Sumut dengan Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Provinsi Sumut,” kata anggota KPU Sumut, Nazir Salim Manik, Kamis (12/4).

Namun, kata Nazir, pasca pencoretan, jika ada TKI yang pulang kampung pada hari H pencalonan, ia tetap bisa menggunakan hak pilihnya, dengan mendatangi TPS sembari menunjukkan KTP kepada petugas penyelenggara pemilihan. “Warga tersebut dipersilahkan menggunakan hak pilihnya pada pukul 12.00 WIB ke atas,” ujarnya.

Dalam koordinasi KPU dan BP3TKI, yang diwakili Kepala Seksi dan staf BP3TKI hadir ke KPU Sumut, terungkap, sebahagian besar TKI tersebut bekerja di Malaysia. Selebihnya hanya di beberapa negara lainnya.

“Pencoretan ini juga untuk melihat data real, terkait jumlah partisipasi pemilih di daerahnya. Selama ini, angka golput tinggi atau partisipasi pemilih rendah. Kemungkinan karena tidak dilakukan pencoretan data penduduk yang sudah tidak tinggal menetap,” jelasnya.

Berdasarkan data BP3TKI, daerah asal TKI terbanyak Deliserdang, Langkat, Medan dan Asahan.

Loading...