Rekapitulasi KPU Medan, DJOSS akui kekalahan dari Eramas

MEDAN-M24 | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menggelar rapat pleno rekapitulasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut di Hotel Adimulia Medan, Kamis (5/7/2018).

Dalam gelaran rapat pleno, pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot -Sihar Sitorus (DjJOSS) mengakui kemenangan Paslon nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) di Pilgub Sumut 2018 tingkat Kota Medan.

“Kami dari paslon nomor 2 sudah bisa menerima dengan jiwa besar kemenangan paslon nomor 1 di Kota Medan,” kata, Budi, saksi Paslon DJOSS.

Loading...

Disampaikan Budi, pihaknya memiliki beberapa catatan untuk penyelenggara diantaranya perihal pendistribusian undangan memilih atau formulir C-6.
Menurut Budi, proses pendistribusian belum dilakukan secara maksimal.

“Saya sendiri H-2 malam, kalau tidak menghubungi KPPS, C-6 tidak diantarkan,” terangnya.

Selain itu, sambung Budi, dari data yang diperoleh pihaknya, ditemukan banyaknya surat suara rusak yang kembali ke KPU.

“Jumlah surat suara rusak yang kembali ke KPU mencapai 600 ribu lebih. Itu hampir setengah dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT),” ungkapnya.Ditambahkan Budi, terdapat petugas KPPS yang tidak netral, mendukung salah satu pasangan calon.

“Ada juga kami temukan petugas KPPS yang terindikasi berpihak ke salah satu paslon. Ini catatan bagi penyelenggara untuk perbaikan kedepan,” tandasnya.

Sementara itu, mewakili saksi Paslon nomor urut 1, Hamzah menyampaikan beberapa temuan mereka di lapangan diantaranya salah satu TPS tidak tersedia tinta untuk pemilih.

“Ada kami temukan tinta untuk memilih tidak tersedia di salah satu tempat pemungutan suara (TPS). Alhasil, Panwas dan KPPS memutuskan untuk mencari tinta pengganti. Itukan tidak boleh, tidak sesuai,” katanya. (ardi/net)

Loading...