Sumbangan dana kampanye Isnan-Ali Rp3,7 miliar

27

Zia-Sidimpuan | Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) calon Walikota/Wakil Walikota Padangsidimpuan, Muhammad Isnandar Nasution-Ali Pada Harahap terbanyak dibanding dua pasangan kandidat lain.

Data diperoleh di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan, LPSDK pasangan calon (paslon) Isnandar Nasution-Ali Pada Harahap mencapai Rp3,7 miliar. Di urutan kedua, Irsan Effendi Nasution-Arwin Siregar senilai Rp833 juta dan Rusydi Nasution-Abdul Rosad Lubis sebesar Rp470 juta.

Kondisi tersebut tentunya berbanding terbalik dengan laporan harta kekayaan calon Walikota/Wakil Walikota Padangsidimpuan, yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagaimana dirilis oleh medanbisnisbaily.com, dimana Irsan Effendi Nasution, menjadi calon wali kota terkaya lebih kurang Rp41,8 miliar, disusul Rusydi Nasution lebih kurang Rp24,3 miliar dan Muhammad Isnandar Nasution Sekitar Rp10,5 miliar.

Sedangkan untuk calon Wakil Walikota Arwin Siregar menempati urutan teratas dengan memiliki harta Rp3 miliar lebih, disusul Abdul Rosad Lubis Rp2,6 miliar lebih dan Ali Pada Harahap Rp1,7 miliar lebih.

Komisioner KPU Padangsidimpuan, Muktar Helmi mengatakan, besaran dana LPSDK tersebut sesuai dengan pengumuman nomor.438/PL.05.3-PU/127/KPU-Kota/IV/2018, tentang pengumuman dana kampanye calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Padangsidimpuan. “Itulah data besaran sumbangan dana kampanye dari masing-masing kandidat,” kata mantan aktivis mahasiswa tersebut ketika ditemui di ruangan kerjanya, kemarin (30/4).

Lebih lanjut dia mengatakan, pengumanan tentang LPSDK tersebut mengacu kepada aturan pasal 1, ayat 9, 10 dan 11, peraturan KPU nomor 5 tahun 2017 tentang dana kampanye peserta pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, serta keputusan KPU Padangsidimpuan nomor.177/HK.03.01-kpt/1277/KPU-Kota/II/2018, tentang pembatasan dana kampanye pemilihan Walikota/Wakil Walikota Padangsidimpuan, tahun 2018.

Terpisah, pengamat politik senior Kota Padangsidimpuan, Ahmad Effendi Nasution menilai, tingginya LPSDK menunjukkan masyarakat Padangsidimpuan benar-benar menginginkan pasangan Isnan-Ali Pada menjadi pemimpin.

”Walau pasangan ini termiskin dari dua kandidat lainnya, namun banyak masyarakat yang menginginkan. Sehingga, banyak warga yang rela menyumbangkan hartanya untuk pasangan yang disebut BERES itu,” ujar pria yang pernah dua periode menjabat Ketua KPU Padangsidimpuan ini.

Menurut dia, besarnya sumbangan masyarakat untuk pasangan BERES menunjukkan warga menginginkan perubahan di Kota Padangsidimpuan ke depannya. Masyarakat menganggap, pasangan Isnan-Ali Pada lah yang mampu membawa perubahan. ”Kalau masyarakat merasa pasangan ini mampu membawa perubahan, sehingga banyak yang menyumbang dana untuk mereka,” tandasnya.

Loading...