Polres Binjai Diterpa Isu ‘Markus’ Kasus Narkoba

414

M24.CO|BINJAI
Makelar Kasus (markus). Sebutan tersebut sempat tenar di seantero negeri ini sebelum kemudian meredup perlahan. Sekarang, ‘Markus’ kembali mencuat. Isu ‘Markus’ kini tengah menerpa Sat Narkoba Polres Binjai.

Dari informasi yang diperoleh di Polres Binjai, dari para pemakai sabu yang diamankan petugas Sat Narkoba selama ini, rupanya ada sejumlah pengedar bahkan bandar narkoba. Namun status mereka terduga diubah dari pengedar jadi pemakai.

Terduga ada oknum di Sat Narkoba Polres Binjai yang disebut-sebut melakukan lobi-lobi kepada tersangka untuk mengubah berkas perkaranya. Ya itu tadi, dari pengedar jadi pemakai. Tujuannya terduga untuk memperingan hukuman.

“Biasanya oknum juru periksa yang menawarkan agar di BAP nanti dibuat jadi tersangka. Kalau soal biayanya relatif, tapi biasanya sekitar 5-10 juta,” ungkap sumber di Polres Binjai.

Seperti beberapa waktu lalu, petugas Sat Narkoba menggrebek sebuah gubuk di Gg Kenari Jln Ir H Juanda, Kel. Mencirim. Dari lokasi polisi mengamankan sedikitnya 6 pemuda dan menemukan sabu dari tangan Abdullah (33).

Kelima pemuda yang diamankan itu terduga dibebaskan dengan syarat harus membayar Rp 1,5 juta/orang. Lalu ke lima pemuda itu pun bebas menghirup udara segar karena dianggap tidak terbukti.

Belakangan ini, petugas Sat Narkoba kembali mengamankan 3 pemuda yakni Yudi, Parlin dan PO. Cuma, setelah diperiksa, Parlin dan PO dilepaskan. Polisi beralasan keduanya tidak terbukti. Sedangkan teman mereka Yudi ditetapkan jadi tersangka dengan barang bukti 6 gram sabu-sabu.

“Urine keduanya (Parlin dan PO) memang positif, tapi mereka tidak terbukti. Mau kita rehab pun percuma, mereka nanti lari juga. Mereka ‘kan banyak uang,” sebut Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Maramonang Hasibuan.

Dugaan adanya ‘Markus’ dalam kasus ini makin menguat saat para tersangka ini satu per satu dibawa ke ruangan Kasat Narkoba Polres Binjai.
Menanggapi dugaan adanya permainan di Sat Narkoba, Kapolres Binjai, AKBP M Rendra Salipu, mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan.

“Saya akan lidik. Kalau benar, kasus ini akan jadi masalah bagi mereka yang suka mempermainkan hukum, ” tandas Rendra sembari mengatakan sejak jabat Kapolres Binjai, beliau sudah menangkap 2 anggota polri yang terlibat narkoba.

Disebutkan Rendra, yang pertama adalah Aiptu Erwin sekira 2 bulan yang lalu dan kemudian Akp Misdi, baru baru ini. Rendra berjanji kedepan akan terus melakukan pembersihan internalnya. (metro24/sopian/ded)

Loading...