Sekjen PDIP: Sabam Sirait, Benteng Demokrasi Yang Tangguh Dan Visioner

183

sabam-siraitM24.CO|JAKARTA
Keterlibatan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam politik tak terlepas dari peran Sabam Sirait. Sabam Sirait merupakan pendiri dan deklarator PDI, yang pada awal-awal Orde Baru merupakan hasil fusi beberapa partai politik.

Demikian disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, sat menyampaikan testimoni testimoni dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Sabam Sirait di Balai Kartini, Jakarta.

“Pak Sabam adalah orang yang membujuk Ibu Mega untuk terjun ke dunia politik. Pak Sabam yang membujuk terus. Setelah beberapa kali dibujuk, bujukan terakhir di salah satu airport di Jakarta dan akhirnya Bu Mega mau terjun ke politik dengan bergabung bersama PDI saat itu,” kata Hasto.

Hastu pun menyampaikan salam Megawati kepada Sabam karena tak bisa hadir. Sebab Megawati sedang dalam perjalanan menuju Aljazair. “Salam dari Ibu Megawati yang sedang dalam perjalan ke Aljazair. Beliau mengucapkan selamat ulang tahun ke-80 untuk Pak Sabam,” kata Hasto.

Hasto juga menegaskan bahwa Sabam Sirait akan selalu tercatat dalam sejarah PDI Perjuangan. Bukan hanya karena sebagai Sekjen PDI terlama, tapi juga meyakinkan kader-kader muda PDI Perjuangan akan tetap komitmen bahwa politik itu suci di tengah arus pragmatisme politik sekarang. “Di era awal-awal Orde Baru, Pak Sabam adalah Benteng demokrasi yang tanguh dan viosner,” tegas Hasto.

Acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Sabam Sirait ini berlangsung sangat meriah. Di antara sekitar 600 hadirin, hadir nama-nama beken dari lintas profesi dan latarbelakang.

Di antaranya hadir mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, mantan Ketua DPR yang juga politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menkum HAM Yasonna Laoly, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi dan Wakapolri Komjen Syafruddin

Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama, pengusaha Chairul Tandjung serta anggota DPR seperti Ruhut Sitompul dan Nico Siahaan. Hadir pula cendekiawan Yudi Latif, pengamat politik Muhammad Qodari serta pengacara kondang Otto Hasibuan dan Junivert Girsang. (ril)

Loading...