Sergai Layak Dibangun Museum

141

SERGAIM24.co-SERGAI
Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sekarang ini dinilai layak untuk memiliki fasilitas museum. Apalagi kabupaten pemekaran dari Deliserdang 13 tahun silam ini memiliki riwayat Kesultanan Serdang.

Harapan ini disampaikan para pengiat seni budaya se- Sergai dalam seminar Seni Budaya dan Museum tahun 2016 yang digelar Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parbudpora), di Cafe Sonia, Kecamatan Perbaungan.

Adam Nuch, Kenaziran Mesjid Sulaimaniyah Perbaungan mengatakan, Kesultanan Serdang berpusat di Kota Galuh, yang saat ini merupakan wilayah adminitrasi Kecamatan Perbaungan, Sergai. Sudah tentu ada banyak berbagai barang peninggalan Kesultanan, salah satunya termasuk Mesjid Sulaimaniyah.

Meski hingga kini masih berfungsi dengan baik, namun diakuinya renovasi dan pembangunan yang dilakukan membuatnya banyak berubah bentuk dari semula. “Agar budaya tak terkikis zaman, iya kita butuh Sergai memiliki museum untuk bisa menjaga dan melestarikannya,”katanya.

Senada disampaikan Akhiruddin Sauti yang tak lain anak dari Sauti, pencipta Tari Serampang 12 mengungkapkan, bahwa pihak keluarga berharap agar Museum Sergai nantinya menjadi fasilitas barang-barang peninggalan orang tuanya.

“Ayah kami ini kiprahnya di Pantai Cermin, Sergai. Tapi seluruh peninggalan termasuk manuskrip asli Sauti saat ini ada di Museum Kabupaten Deli Serdang. Nah bila ada museum Sergai kami pihak keluarga sangat berharap bisa dilestarikan disini saja,” katanya.

Disisi lain, Ketua Temu Kangen dan Bedah Budaya Jawa, Poniman dalam kesempatan itu juga berharap adanya Museum. Diakuinya bahwa sebagai daerah HGU perkebunan hal ini membuat Sergai menjadi hunian warga etnis Jawa. Bahkan faktanya, mereka yang dulunya bermigrasi dari kuli kontrak ini sekarang menjadi mayoritas dalam populasi Sergai.

“Museum ini nantinya menjadi wadah bagi warga Jawa disini untuk bisa melestarikan nilai-nilai budaya Jawa lewat barang bersejarah yang ada nantinya,”katanya.

Kepala Balai Museum Sumut, Dra Sri Hartini, yang bertindak sebagai narasumber menyatakan siap membantu. Bahkan, Sri yang merupakan Wakil Ketua Asosiasi Museum Indonesia memberikan respon positif untuk ikut mengusulkannya ke pusat.

“Sebagai daerah Kesultanan Serdang, dan banyak etnis lainnya Sergai sangat layak memiliki Museum. Untuk itu saya siap mendukungnya, apalagi Dirjen sekarang ini kawan saya kuliah dulu,” katanya.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya USU Medan, Drs Muhammad Takari M Hum, PhD yang tampil sebagai narasumber juga menyatakan siap memberi dukungan. Dikatakannya Museum tak hanya menyimpan barang sejarah, tapi juga fasilitas infrastruktur untuk mengiatkan pariwisata, serta ekonomi kreatif. Bahkan, turut serta mendukung terciptanya kondusifitas daerah lewat semangat toleransi yang terbangun.

Sementara Kepala Dinas Parbudpora Henri Suarto mengakui, membangun Museum sudah diusulkan sejak tahun lalu, namun hingga kini masih belum ada titik terang dari pusat. “Hasil seminar ini akan menjadi rekomendasi kita ke Bupati untuk ditindaklanjuti,” katanya. (red)

Loading...