Soal 50 Hektare di Batubara, PT.Kwala Gunung Merasa Didiskrimiasi

516

M24.CO|Batubara

Pihak TNI yang dalam hal itu dihadiri oleh Komandan Korem 02/Pantai Timur, Kolonel Infantri Gabriel Lema S.Sos, yang dalam hal itu mewakili Pangdam I BB, dalam MOU penandatanganan penyelenggaraan pengamanan wilayah obyek wisata, daerah latihan militer dan pembangunan jalan dan pembuatan prasarana pariwisata Pantai Sujono serta pengelolaannya dalam rapat bersama di gedung Paripurna DPRD Batu Bara dengan pemerintahan Kabupaten Batu Bara, pada Selasa (4/10) siang itu.

Dalam sambutannya Gabriel Lema, mengucapkan ribuan terima kasih terhadap Pemerintahan Kabupaten Batu Bara yang telah memberi izin dalam pengusulan meminta lahan seluas 50 hektar dari PT.Kwala Gunung yang nantinya dapat dijadikan markas latihan militer untuk mengembangkan potensi Pantai Sujono yang notabennya juga di wilayah Kabupaten Batu Bara tersebut.

“Kami harapkan nantinya lahan itu dapat lebih bermanfaat lagi untuk kepentingan umum agar nantinya lahan itu dapat di jadikan untuk markas latihan militer untuk keamanan masyarakat Batu Bara”, terang Danrem 02/Pantai Timur itu.
Bupati Batu Bara H.OK Arya Zulkarnain, yang begitu kesal dikarenakan PT.Kwala Gunung yang terus tarik ulur dalam melepaskan lahan seluas 300 hektar untuk kepentingan umum masyarakat Kabupaten Batu Bara dan TNI, tetapi pihak perusahaan menganggap itu adalah bentuk diskriminasi Pemkab Batu Bara, karena menurutnya (PT.Kwala Gunung/red), masih banyak lagi perusahaan – perusahaan lain yang seperti Perk.Tanah Gambus, Lonsum, Socfindo dan lainnya yang dapat diminta lahannya untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat Batu Bara nantinya.

“Kami perwakilan PT.Kwala Gunung ini seperti bentuk diskriminasi oleh pihak Pemkab Batu Bara dan TNI untuk meminta lahan perusahaan kami padahal masih banyak perusahaan lain yang bisa diminta lahannya untuk kepentingan umum nantinya”, ungkap perwakilan hukum PT.Kwala Gunung, Widodo kepada metro24.co ini.

Hal itu kemudian disambut kesal oleh Bupati Batu Bara, agar dalam kurun waktu 2 hari pihak PT.Kwala Gunung dapat segera menrealisasikan kepentingan masyatakat Batu Bara yang nantinya lahan itu dapat dijadikan pusat perkantoran Pemkab dan TNI.

“tidak ada yang namanya bentuk diskriminasi, ini adalah kepentingan masyarakat dan pemerintah, dan hal ini sudah cukup lama kita bahas dari tahun 2006 saat masih Kabupaten Asahan yang lalu, dan pihak PT.Kwala Gunung sudah sepakat untuk menyerahkan lahannya 300 hektar untuk kepentingan umum.

Tetapi kenapa belakangan ini PT.Kwala Gunung berubah pikiran. Dan saya minta dalam kurun 2 hari ini pihak Kwala Gunung dapat segera merealisasikan kepentingan masyarakat Batu Bara ini. Kalau sampai Kwala Gunung tidak juga mengindahkannya, maka kami dari Pemkab Batu Bara tidak akan memberi izin untuk rekomendasi perpanjangan HGU Perusahan nantinya”, tukas Bupati Batu Bara terhadap perwakilan PT.Kwala Gunung itu.

Terpisah dari hal itu, diketahui bahwa dalam rapat tersebut juga di hadiri perwakilan desa di sekitaran PT.Kwala Gunung, yaitu Desa Kwala Gunung, Desa Simpang Dolok, Desa Sumber Rejo dan Desa Empat Negeri serta para tokoh masyarakat yang juga berhadir agar PT.Kwala Gunung dapat segera menepati janjinya untuk memberikan lahan tersebut. (Hari).

Loading...