Spider Excavator Kembali Diturunkan Keruk Sungai Bederah

323

M24.CO|MEDAN
Setelah Sungai Selayang, kini giliran Sungai Berderah yang dikeruk Dinas Bina Marga Kota Medan. Dalam pengerukan ini, Dinas Bina Marga kembali menurunkan alat berat terbarunya, Spider Excavator untuk mengeruk Sungai Bederah yang telah mengalami pendangkalan tersebut. Tanpa kesulitan sedikit pun, alat berat ini berhasil mengeruk lumpur yang menjadi pemicu pendangkalan sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

Lokasi pengerukan dipusatkan di aliran sungai yang melintasi Jalan Perkasa Lingkungan VI, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Selama ini aliran sungai tersebut tidak dapat dijangkau oleh alat berat milik Dinas Bina Marga yang ada. Sebab, tak ada sedikit pun celah untuk jalan masuk alat berat guna melakukan pengerukan karena sisi kanan dan kiri sungai dipenuhi rumah warga hingga mendekati bibir sungai.

Itu sebabnya pengerukan yang dilakukan selama ini tidak maksimal, begitu hujan deras turun, jalan maupun rumah warga sekitar pun digenangi air. Banjir paling parah di Jalan Perkasa Lingkungan V dan VI, menurut pengakuan warga, ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Selain warga sekitar, para pengguna jalan yang melintasi kawasan itu ikut menjadi korban lantaran kenderaan bermotor yang mereka kemudikan baik beroda dua maupun empat mogok.

Namun setelah Spider Excavator diturunkan, pengerukan tak ada kendala sedikit pun. Layaknya seekor laba-laba raksasa, alat berat buatan Italia ini dengan mudah menuruni sungai. Selanjutnya berjalan dalam sungai disertai dengan pengerukan. Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi turun dan memimpin langsung pengerukan didampingi Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan. Senan, Eldin bertekad ingin membebaskan kawasan tersebut dari banjir.

Sedikit demi sedikit lumpur yang menjadi penyebab utama pendangkalan berhasil diangkat. Pengerukan ini membuat dasar sungai kembali dalam. Efeknya, air parit yang selama ini menggenang perlahan-lahan mengering karena airnya langsung mengalir ke sungai. Melihat itu warga sekitar pun sangat puas dan gembira, mereka optimis pengerukan yang dilakukan kali ini mampu mengatasi banjir yang mereka alama selama ini.

“Terima kasih, Pak Wali. Ini baru namanya pengerukan. Alat berat yang diturunkan benar-benar luar biasa, sebab bisa berjalan dalam sungai sehingga pengerukan yang dilakukan maksimal. Lihat saja air parit ini, sebelumnya tergenang kini mongering seteklah dilakukan pengerukan dengan menggunakan alat berat yang kayak laba-laba itu. Mudah-mudahan banjir yang sudah puluhan tahun kami alami dapat teratasi,” ungkap salah seorang pria paro baya yang merupakan warga sekitar.

Wali Kota hanya tersenyum menanggapi ucapan warga tersebut. Dikatakannya, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengatasi banjir yang menerpa warganya. Dirinya beserta seluruh jajaran Pemko Medan akan berupaya mengatasi banjir yang dikeluhkan warga. “Setelah Sungai Bederah ini dikeruk, saya minta bapak-bapak dan ibu-ibu untuk menjaganya. Jangan lagi membuang sampah ke dalam sungai,” pesan Wali kota.

Selanjutnya Wali Kota mengungkapkan, pengerukan menggunakan Spider Excavator ini akan dilakukan sampai perbatasan dengan Deliserdang. Dia menilai kerja alat berat yang baru dua hari didatangkan dari Jakarta ini sangat efektif dan cukup maksimal. Eldin berharap pengerukan yang dilakukan ini dapat membebaskan warga sekitar dari banjir. “Insya Allah pengerukan yang klita lakukan ini dapat mengatasi banjir di kawasan ini,” harapnya.

Sementara itu Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan didampingi Camat Medan Helvetia, Edi Mulia Matondang menjelaskan, pengerukan yang mereka lakukan dengan menggunakan Spider Excavator ini sekitar 500 meter sampai dengan perbatasan wilayah Deliserdang. Syahnan optimis seteleh pengerukan dilakukan akan mengatasi banjir yang selama ini dikeluhkan warga.

“Jika Sungai Bederah sudah daklam kembali, daya tampungnya tentunya semakin bertambah sehingga mampu menampung debit air pada saat hujan deras turun. Di samping itu letak kondisi sungai disini lebih tinggi dibandingkan menuju aliran sungai di perbatasan dengan wilayah Deliserdang. Dengan demikian air akan mengalir dengan baik usai dilakukan pengerukan ini,” jelas Syahnan. (red)

Loading...