Sssst..!? Ada Proyek Hotmix Tanpa Plang Resahkan Warga

170
M24.CO|ASAHAN
Proyek lanjutan hotmix yang berada dijalan nuri kecamatan kisaran Timur kelurahan gambir baru kabupaten Asahan dikompalin warga dikarenakan proyek tanpa plang proyek (30/10) malam hari sekitar pukul 00.15 wib.Pantauan Metro24.co dilokasi proyek yang bernilai kontrak Rp.199.150.000 bersumber dari dana APBD kabupaten Asahan yang ditanggung jawabin oleh dinas pekerjaan umum ( PU ) Asahan dan dimulai pekerjaannya tanggal 11 Agustus 2016 hingga 9 Nopember 2016 menuai keberatan warga setempat yang sebagai pelaksana dilapangan CV.Bintang Madani.
Bermula dari salah seorang warga setempat selaku ketua LPM kelurahan Gambir Baru hendak mempertanyakan kepada pekerja proyek tentang siapa penanggung jawab atas proyek yang ada dikampungnya serta plang proyek yang tidak dipasang oleh pemborong dilokasi proyek tidak mendapati jawaban dari pihak pekerja hingga suasana menjadi panas dengan respon salah satu warga yang lain menyuruh pekerja (operator) alat berat menghentikan mesin alat berat tersebut beroperasi.
Situasi pekerjaan berhenti karena warga memaksa pihak pelaksana agar memenuhi syarat standart proyek untuk menunjukkan plang proyek yang tidak ada dilokasi.Karena warga setempat menganggap proyek jenis hotmix yang sedang dikerjakan dikampungnya itu tidak jelas punya siapa.
Saat dikonfirmasi Metro24.co yang mengaku bernama Andre (37) warga medan sebagai agen AMP (Aspal Mix Plane) tidak tahu menahu punya siapa proyek yang dikerjakannya.Andre hanya mengatakan dia seorang agen dalam proyek tersebut.
Jelet Juntak (46) selaku ketua LPM dan juga warga setempat mengatakan kepada Metro24.co bahwa pemborongnya sangat arogan di mana masyarakat mempertanyakan keberadaan plang proyek pihak pemborongnya tidak bisa memperlihatkannya.
“Sementara itu adalah satu dari syarat mutlak dalam proyek untuk dipajang,” ungkapnya.
Setelah warga menuntut,pihak pekerja/pelaksana kemudian pergi mengambil plang proyek yang entah darimana bisa ada dan memperlihatkan kepada warga setempat dan kemudian melanjutkan pekerjaan yang hampir satu jam berhenti.(Erik Sibarani)
Loading...