Tahun Baru Islam, Bisa Tumbuhkan Rasa Nasionalisme Kebangsaan

176

gubsu-2
M24.CO|LANGKAT

Gubsu HT Erry Nuradi mengatakan  Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 Hijriah/2016 Masehi menjadi momen bagi umat Islam merefleksi diri. Melihat kebelakang terhadap apa yang telah dilakukan. Baik yang berhubungan dengan pelaksanaan ibadah kepada Allah maupun hubungan terhadap sesama manusia sebagai mahluk sosial. Disamping itu juga sebagai momen untuk mengkaji kembali untuk mensukaeskan peran serta untuk mensukseskan tugas-tugas yang telah diamanahkan kepada kita masing-masing.

“Apabila yang telah dilakukan sudah baik, dipertahankan, sedangkan yang belum baik, diperbaiki,” tandas Erry saat memberikan sambutan pada Tabligh Akbar Peringatan Tahun Baru Islam di Masjid Azizi, Tanjung Pura, Kab. Langkat.

Hadir Bupati Langkat Ngogesa Sitepu beserta jajaran pemerintah Kabupaten Langkat,  Wakil Sekjen MUI Pusat KH Tengku Zulkarnain, Ketua MUI Sumut Prof Abdullah Syah bersama pengurus MUI Sumut, mewakili FKPD Provsu dan Kabupaten Langkat, Plt Ketua PAN Sumut Syah Afandin, Ketua MUI Medan Prof H M Hatta, Ketua MUI Langkat, Tuan Guru para ulama, panitia dan seluruh jamaah di kabupaten Langkat.

Menurut Gubsu bahwa makna peringatan Tahun Baru Islam, milad-milad ataupun ulang tahun yang diperingati seperti yang dilaksanakan hari ini adalah untuk kita melihat apa yang telah dilakukan kedepan apakah ada perubahan atau masih tetap sama. Karena lanjutnya kita semua ingin menjadi orang yang beruntung. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. “Kalau tetap sama, berarti kita masih menjadi orang yang merugi,” ujar Gubsu.

Selain itu Gubsu juga mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam yang dilaksanakan kita jadikan sebagai upaya mendorong peningkatan semangat dan kemauan masyarakat untuk merubah sikap mental individu terutama dalam rangka proses percepatan kebangkitan dunia Islam kedepannya.

Seperti diketahui bahwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah telah membawa perubahan besar terhadap perubahan umat manusia. Perubahan dari jaman Jahiliyah menuju peradaban Madaniyah dibawah naungan cahaya ilahi. Dengan kata lain Rasulullah melakukan perubahan yang paling fundamental dalam kehidupan. Dari kehidupan yang tidak memiliki peradaban kearah kehidupan yang penuh rahmat ampunan dan kasih sayang. Oleh karenanya untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik dan bermartabat tentunya diperlukan mental dan perilaku hijrah dari setiap warga bangsa.

Hijrah pada masa kini lanjut Gubsu adalah hijrah mental perilaku dan kondisi kearah yang lebih baik. Dengan semangat Tahun Baru Islam 1438 H, Gubsu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk merajut kebersamaan dalam meningkatkan silaturahim sebagai upaya membangun masyarakat Sumut menjadi masyarakat yang patuh kepada Allah, yang amanah, peduli terhadap sesama dan membangun hubungan yang harmonis antara sesama.

“Insya Allah akan tumbuh rasa nasionalisme kebangsaan sehingga kita manusia yang paten,” tutupnya.

Loading...