UTD Hanya Boleh Diselenggarakan RS Daerah & PMI

185

UTDM24.co-MEDAN
Wali Kota Medan T. Dzulmi Eldin meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan Usma Polita Nasution untuk melaksanakan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 83 tahun 2004 terkait Unit Transfusi Darah (UTD) hanya diselenggarakan rumah sakit (RS) daerah dan PMI.

Oleh karena itu, Eldin meyampaikan agar RS sakit swasta yang ada di Medan untuk tidak memfungsikan lagi UTD mereka. “UTD di RS swasta harus dihentikan,” kata Eldin kepada wartawan, Kamis (11/8)

Mantan Sekda Kota Medan melanjutkan Pemko Medan akan menyurati suluruh RS swasta di Medan yang memiliki UTD untuk bergabung dengan RS pemerintah seperti RSUP Haji Adam Malik dan RS dr Pirngadi Medan serta PMI. “Dinkes Medan akan menyurati seluruh RS swasta,” katanya.

Karena itu, seluruh RS swasta hanya mengembalikan fungsi mereka memberikan pelayanan. Kalau masalah UTD diserahkan kepada RSUP Haji Adam Malik dan RS dr Pirngadi Medan serta PMI.

“Penghentian UTD di RS swasta segera dilakukan oleh Dinkes Medan. Aturan Permenkes No. 83 tahun 2004 harus dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinkes Medan Usma Polita Nasution, mengatakan UTD RS swasta yang ada di Medan itu merupakan izin lama. Karena itu lah, dia berdalih RS tersebut masih beroperasi memberikan pelayanan. Namun, dengan adanya aturan Permenkes No. 83 tahun 2004 tersebut pihaknya akan melaksanakannya.

“Itu (UTD RS swasta) merupakan izin lama, Sesuai aturan permenkes (tidak boleh RS memberikan pelayanan UTD) kita akan menghentikannya,” jawabnya singkat.

Terpisah, Manajer RSU Sari Mutiara dr Tuahman Purba, mengatahan sudah mendapat surat dari tentang pelaksanaan Permenkes tersebut. Akan tetapi hingga kini pihaknya mengakui masih memberikan pelayanan UTD. Pelayanan tersebut dengan bekerjasama dengan PMI.

“Bukan surat pemberhentikan operasi UTD, tapi melaksanakan Permekentes No 83 tahun 2014 itu. Saat ini kita sedang kordinasi dengan PMI, bagaimana alat kesehatan kita dan lainnya,” pungkasnya. (red)

Loading...