Walhi: Pemkab Tapsel ‘Mandul’ Lindungi Hutan Aek Sabaon

572

M24.CO-TAPSEL

Maraknya penguasaan dan perambahan ribuan hektare hutan di Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel dinilai sudah merupakan tindakan penghancuran lingkungan hidup yang terkonsesi oleh pemilik modal oleh pejabat dan oknum Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan karena itu, semua pihak yang terlibat harus diusut dan diproses hukum hingga ke pengadilan.

“Kalau semua hutan yang dirambah itu benar-benar sebagai hutan lindung dan konservasi, maka semua pihak yang terlibat, harus diproses hukum. Karena yang namanya hutan lindung dan hutan mangrove, tidak boleh semena-mena dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan dan lokasi rekreasi alam rekreasi, membangun villa karena proses perubahan statusnya harus melalui mekanisme yang berlaku mulai dari pengambil kebijakan di daerah hingga pusat,” kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Dana Prima Tarigan kepada M24.CO melalui WhatsApp, Rabu (5/10).

Melihat fakta di lapangan, lanjut  Dana Tarigan, ribuan hektare hutan di Aek Sabaon itu kini telah dirambah bahkan beralih fungsi menjadi tempat rekreasi dan banyak berdiri bangunan mewah serta villa. Sudah bisa dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa. Sebab, bisa berlangsung mulus tanpa ada pencegahan yang berarti dari aparat Pemkab Tapsel maupun di tingkat provinsi.

“Ini sudah termasuk kasus luar biasa, maka pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus segera turun ke Tapsel jangan sampai menimbulkan bencana besar seperti yang terjadi di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat dan pemerintahan kami desak agar penguasaan hutan di Aek Sibaon karena kawasan tersebut kaki gunung Lubuk Raya, itu  harus  segera dihentikan dan mengembalikan habitat kawasan itu dan segera reveiw semua ijin di kawasan hutan serta kita mendesak aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku-pelaku kejahatan kehutanan yg menebang hutan tersebut,” kata Dana.

Dia menambahkan logikanya, apabila merambah itu kan tidak mungkin diam-diam, apalagi kalau menggunakan mesin pemotong (chainsaw), suaranya pasti akan kedengaran dalam radius kilometer. Kemudian yang dirambah sampai mencapai ribuan hektare, pasti memakan waktu cukup lama.

“Kok bisa aparat terkait tidak melakukan pecegahan, ini yang membuat makanya kita sebut sangat luar biasa,” ujarnya

Loading...