Warung Sadaqah Bagi-bagi Makanan Gratis untuk Pengemis dan Kaum Dhuafa

79

MEDAN|Ketika Matahari di atas Kota Medan Jum’at (31/3) siang kemarin, begitu menyengat. Di antara lalu-lalang kendaraan yang melintas di jalan dan orang-orang yang baru usai menunaikan shalat Jum’at di Mesjid Raya Al-Mashun, terselip pemandangan unik. Terlihat tiga orang ibu muda yang duduk di bak belakang sebuah mobil pick up, dikerubuti para pengemis, abang beca, anak jalanan dan kaum dhuafa lainnya.

Ketiganya terlihat repot mengisi kotak styrofoam dengan nasi dan lauk-pauk yang terhidang di dalam baskom-baskom stainless.
Pada bagian depan mobil pick up terpampang spanduk putih dengan tulisan yang tertera, ”Warung Shadaqah, khusus buat fakir miskin dan kaum dhuafa (makan gratis) setiap hari Jum’at.” Tentu saja, tulisan di spanduk inilah yang menjadi kutub magnet pemicu antrean kalangan dhuafa yang mengelilingi mobil.

Mereka berbaris mengantri dengan tertib, menunggu tiga ibu muda yang bersimpah peluk memberikan jatah makanan di dalam kotak untuk mereka masing-masing.

Warung Sadaqah yang diinisiasi Maulida Fadillah, salah seorang dari ketiga ibu muda tersebut, ternyata sudah menjalankan aksi amalnya sejak awal 2017 lalu.

Menempati salah satu trotoar di samping Kolam Deli yang berseberangan dengan Mesjid Raya al-Mashun, mobil pick up ini selalu parkir di tempat yang sama saban Jum’at siang. Pukul satu tepat, mobil Maulida sudah stand by melayani para kaum dhuafa dan fakir miskin.

Tak mengherankan bila para pengemis dan fakir miskin selalu ramai menyerbu, karena sudah mengetahui jadwal tetap Warung Sadaqah. Dibantu teman-temannya, Maulida pun dengan cekatan mengisi kotak demi kotak dengan lauk-pauk yang cukup mewah. Ada rendang daging, sambal goreng, sayur santan, ikan goreng sambalado hijau dan mie goreng.

Menurut Maulida, aksi sadaqah ini murni didasari oleh keinginan berbagi secara ikhlas dan tanpa didasari motif apapun selain beramal. Di masa sebelumnya, ia kerap mendapati pengemis dan orang gila yang ditolak para pemilik rumah makan saat mereka mengemis makanan. Hatinya teriris menyaksikan hal itu, sehingga berniat untuk mendirikan Warung Sadaqah.

Salah satu pengalaman berkesan yang dialaminya adalah ketika memberikan nasi kotak untuk seorang perempuan gila. Saat menerima nasi yang disodorkan Maulida, perempuan gila itu terlihat memasang wajah tak bersahabat. Meskipun demikian ia tetap menerima nasi bungkus yang diberikan. Setelah Maulida beranjak pergi, perempuan gila itu mengejarnya dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Maulida merasa terharu karenanya.

Selain dibiayai dari saku sendiri, Maulida yang merupakan istri dari Ipda Bambang Nurmiono, SH, salah seorang prajurit Brimob, juga dibantu donasi beberapa teman dekatnya. Setiap Jum’at paling sedikit 250 porsi disediakannya untuk makanan kaum dhuafa. Jumlah itu pernah melonjak hingga 600 porsi, yang disebabkan adanya rezeki berlebih dari pribadi dan donatur.

Menu yang disajikan berganti-ganti setiap minggunya, mulai dari rendang daging, berbagai variasi ayam dan ikan dan lain sebagainya. Ditaksir per porsi makanan gratis yang disediakan seharga Rp 18 ribu.

Memilih jalanan sebagai tempat menyalurkan sedekah makanan, menurut Maulida, karena masih sedikit yang memperhatikan nasib para pengemis dan kalangan dhuafa yang di jalanan. Sementara yang di panti asuhan sudah mendapatkan cukup banyak perhatian dan sumbangan.

“Saya ini bukan orang yang berkelimpahan harta. Yang saya bagikan dibantu teman-teman juga masih dalam jumlah terbatas. Saya berharap, dengan keberadaan Warung Shadaqah, semakin banyak orang yang peduli dengan keberadaan pengemis, fakir miskin dan orang gila di jalanan. Jangan biarkan mereka mengais-ngais makanan dari tong sampah. Mari berbagi terhadap sesama dan menghidupkan nurani kemanusiaan kita,” pungkasnya.

Loading...