Waspadai Pergerakan Harga Beras

281

BERASM24.co-MEDAN
Harga pangan pada perdagangan hari ini tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan harga sebelumnya. Dimana harga cabe masih bertahan belum mengalami perubahan. Harga gula yang sebelumnya mengalami penurunan untuk gula non kemasan. Pada hari ini penurunan harga gula sudah mulai terlihat pada harga gula kemasan.

Harga gula biasa saat ini masih bertahan di harga 16.500 hingga 17.000 per Kg. Sementara kemarin gula kemasan yang masih dijual di harga 19.500, saat ini rata rata harga gula kemasan sebesar 19.000 per Kg. Baru turun Rp. 500 per Kg.

Sementara itu, harga minyak goring juga mengalami penurunan yang sama dengan harga gula sebesar 500 per Kg. Saaat ini harga minyak goring dijual 13.500 per Kg, dibandingkan dengan harga sebelumnya seebsar 14.000 per Kg. Secara keseluruhan harga bahan pangan utama masyarakat masih stabil

Waspadai Kenaikan Harga Beras

Saat ini harga beras masih bertahan dikisaran sama sejak sepekan yang lalau. Namun berdasarkan hasil survey ke sejumlah pedagang dan sejumlah kilang. Mereka menyatakan bahwa harga beras berpeluang naik nantinya, setidaknya kewaspadaan perlu ditingkatkan hingga akhir tahun.

Alasan yang mengemuka adalah bahwa musim panen telah usai sebelum ramadhan kemarin. Sehingga saya pikir pemeirntah bisa melakukan upaya-upaya untuk menstabilkan harga beras. Walaupun belum tentu 100% akurat anntinya, akan tetapi pola kenaikan harga beras ini sudah terbaca setiap tahunnya.

“Menurut hemat saya, ditambah dengan curah hujan yang meningkat akhir-akhir ini. Terik panas mastahari yang menurun juga bisa mengganggu sisi persediaan. Selain karena ada pola tanam yang bisa membentuk ekspektasi pola produksi. Cuaca disisi lain juga sangat mempengaruhi,” kata Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi Sumut.

Jika nantinya curah hujan mengalami peningkatan, yang dikuatirkan adalah sejumlah kilang yang hanya mengandalkan pengeringan secara alami yakni dengan cara dijemur. Sementara itu, beberapa kilang besar memiliki teknologi pengeringan yang bisa saja membuat kilang kecil justru menjual gabah ke kilang besar dengan teknologi canggih.

Sehingga pola pasar akan berubah. Lebih cenderung membentuk pola aligopoli. Yang dikuatirkan adalah dengan pola pasar yang berubah tersebut, harga cenderung di sesuaikan oleh kilang besar tersebut. Namun saya yakin pemerintah memiliki cara komperhensif untuk mengatasi kemungkinan tersebut.

“Dan kita mengharapkan, ekspektasi ini dijadikan landasan pemerintah untuk mengambil kebijakan cepat dalam mengantisipasinya. Sehingga nantinya harga beras tetap stabil. Saya percaya fokus pemerintah untuk mengendalikan harga beras akan lebih banyak. Jadi tidak perlu ada yang dikuatirkan,” pungkasnya. (red)

Loading...