3 Bulan Terakhir Harga Anjlok, Petani Bawang Merah di Silahisabungan Mengeluh

5

Anita, salah satu petani bawang merah saat ditemui wartawan (M24-Fajar)

SIDIKALANG-M24 | Anjloknya harga bawang merah 3 bulan terakhir, membuat para petani bawang merah di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Dairi mengeluh.

Karena modal yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Bahkan para petani merugi.

“Untuk saat ini harga bawang merah yang kami panen hanya dihargai Rp10.000-Rp15.000 per kilonya oleh agen atau toke. Kalau sebelumnya harga bawang merah mencapai Rp20.000-Rp25.000 per kilonya,” ungkap Anita boru Tambah, petani bawang merah, kemarin (12/9).

Menurutnya, dengan turunnya harga bawang merah tersebut, petani banyak yang menombok. Karena modal yang dikeluarkan tidak bisa lagi untuk membeli harga bibit bawang yang akan mereka tanam, yang saat ini harganya mencapai Rp40.000 per kilo dari yang sebelumnya hanya Rp35.000-38.000 per kilo.

“Itu belum lagi ditambah biaya tenaga kerja, pembelian pupuk dan obat-obat pertanian yang digunakan,” ucap Anita sedih.

Ketika ditanya berapa kisaran harga bawang merah, agar petani tidak rugi, ia menjawab Rp18.000-20.000. Itu pun kadang petani hanya balik modal saja. Tapi dengan naiknya harga bibit sekarang ini kadang malah merugi, “Kalau mau dapat untung, harga panen bawang merah harus di atas Rp20.000 per kilo nya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, penyebab turunnya harga bawang merah saat ini, masuknya hasil panen bawang merah dari pulau Jawa yang memenuhi pasar-pasar di Kota Medan. “Situasi seperti ini biasanya selalu terjadi ketika memasuki bulan Juli-September dan harga kembali normal atau naik memasuki bulan Oktober,” sebutnya.

Anita berharap, pemerintah memperhatikan petani bawang merah yang ada di Kecamatan Silahisabungan, untuk menjamin harga panen bawang merah agar tidak jatuh. “Selain itu harga pupuk dan obat-obatan pertanian tidak mahal dan mudah didapat, begitu dengan harga bibit bawang merah,” harapnya. (fajar)

Loading...