43 Orang Terjaring Premanisme, Dishub Anggap Polres Sergai Salah Sasaran

9

SEI RAMPAH-M24 | Operasi Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (K2YD) yang digelar Polres Sergai, dianggap banyak salah sasaran oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sergai. Pada operasi itu, petugas kepolisian menjaring 43 orang yang dianggap terlibat premanisme.

Pantauan M24 selain juru parkir (jukir), turut pula diamankan ‘Pak Ogah’ yang kerap menyeberangkan pengguna jalan di setiap persimpangan jalinsum.Kapolres Sergai AKBP, Juliarman Pasaribu, saat konfrensi pers, Senin (10/9) menjelaskan, 43 orang diamankan lantaran modus pungutan liar (Pungli). Penangkapan dalam rangka penertiban karena mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Ia berharap, agar yang telah terjaring jangan terulang kembali.

“Mereka diamankan terkait parkir liar dan meminta kepada sejumlah supir truk. Kami mengamankan barang bukti sebanyak Rp2,7 juta. Nanti akan kita tindak tegas apabila terjaring lagi,” tegas Juliarman.

Akan tetapi, Kadishub Sergai Herlan Pangabean yang dikonfirmasi M24 melalui seluler, Selasa (11/9) menganggap tindakan Polres Sergai salah sasaran. Sebab, sebaigan yang diamankan justru memiliki bet resmi dari Dishub Sergai. Dia juga menyesalkan Polres Sergai merilis petugas juru parkir (jukir) resmi tersebut sebagai pelaku premanisme.

“Ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya seorang wanita jukir di Dolok Masihul yang resmi menggunakan bet, malah diamankan Polsek Dolok Masihul. Memang kita tahu sebatas pembinaan, tapi dampak kemasyarakatnya ginama itu, pasti tidak baik, petugas kita juga cari makan,” ucap Herlan seraya berjanji akan berkunjung ke Polres Sergai. (darmawan)

Loading...