Ahli Waris Alm M Syafii Memohon, PN Medan & BPN Diminta Melakukan Pengukuran Ulang

MEDAN-M24 | Eli Syafrida (51) penduduk Jalan Sisingamangaraja Lingkungan III Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Selaku ahli waris Alm M.Syafii memohon kepada Ketua Pengadilan Negeri Medan, agar meninjau kembali atas pelaksanaan eksekusi terhadap tanah seluas 1700 M2 di Jalan Sisingamangaraja KM 6 5 Lingkungan III, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas Kota Medan. Apalagi, tanah itu kini masih ditempati Ny Eli Syafrida selaku Termohon II Eksekusi.

Kepada wartawan, Senin (30/7) di Medan, Eli Syafrida didampingi kuasa hukum, Muhammad Nasir SH (foto) menjelaskan bahwa tanah seluas 1700 M2 tersebut, sejak tahun 1954 telah dikuasai orang tuanya (Alm M.Syafii) sesuai dengan hak atas tanah KRPT No.2521/I/IV/PT 239 tanggal 31 Agustus 1954.

Pada tahun 1972 di atas tanah seluas 1700 M2 tersebut, terbit sertifikat No.53 dengan luas tanah 3060 M2, atas nama Alm. Abu Bakar Said. Setelah Abu Bakar Said meninggal dunia, Suhartini (istri alm.Abu Bakar Said) mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, dengan perkara perdata no. 48/Pdt.G/1990/PN Mdn, sebagai Tergugat I M.Syafii dan Tergugat II Supina Br Sinaga.

Loading...

Dalam putusan perkara perdata yang diajukan Suhartini tersebut, baik PN Medan, maupun Pengadilan Tinggi (PT) Sumut, menolak gugatan Suhartini. Ternyata, sebelum perkara perdata No.48/Pdt.G/1990/PN Mdn diputus, tanah besertifikat No.53 tahun 1972 tersebut dijual Suhartini selaku ahli waris Alm.Abu Bakar Said kepada Butomo Tan, Andi Tan dan Efendi Tan. Oleh Butomo Tan Cs, sertifikat No.53 dibaliknamakan menjadi sertifikat No.445 tahun 1986, dengan luas tanah 1.613 meter.

Karena tanah tersebut belum dapat dikuasai oleh Butomo Tan dkk, maka pada tahun 1992 Butomo Tan, Andi Tan, Efendi Tan dan Suhartini, mengajukan gugatan ke PN Medan, dengan perkara perdata No.579/Pdt G/1992/PN Men, sebagai Tergugat I Supina Br Sinaga, Tergugat II M.Syafii .Dalam putusan PN Medan dan PT Sumut menolak gugatan Pengugat Butomo Tan dkk.

Kemudian, Butomo Tan, Andi Tan,Efendi Tan kembali mengajukan gugatan perdata ke PN Medan, dengan perkara perdata nomor 60/Pdt.G/1995 /PN Mdn, terhadap Supina Br Sinaga selaku Tergugat I, M.Syafii Tergugat II dan Suhartini Tergugat III. Dalam putusan Mejelis Hakim PN Medan, saat itu gugatan Butomo Tan dkk dikabulkan. Sedangkan ditingkat banding di PT Sumut, membatalkan putusan PN Medan. Kemudian ditingkat kasasi maupun peninjauan kembali (PK) putusan tingkat pertama (PN Medan) dikuatkan oleh Mahkamah Agung RI.

Selanjutnya, atas permohonan Butomo Tan dkk, Ketua PN Medan, DR.Marsudin Nainggolan,SH.MH melalui Jurusita PN Medan, Danner Sinaga,SH melakukan pemeriksaan obyek terpekara, dengan Berita Acara Pemeriksaan Setempat No.34/Eks/2017/60/Pdt.G/1995/PN Mdn, tertanggal 20 Oktober 2017.
Secara tegas disebutkan amar putusan MA RI No.3110K/Pdt/2002 tidak dapat dieksekusi karena obyek tidak jelas letaknya, salah dan tidak ada batas-batas tanahnya, luas tanahnya tidak jelas.

Sementara Muhammad Nasir SH selaku kuasa hukum Eli Syafrida, melalui suratnya tertanggal 8 September 2017, yang ditujukan kepada ketua PN Medan, mohon dilakukan peninjauan atau pengukuran ulang dengan melibatkan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan, atas obyek yang bakal di eksekusi.
“Anehnya, meski obyek yang bakal dieksekusi tidak jelas, namun pihak PN Medan tetap akan melaksanakan eksekusi pada awal Agustus 2018,” ujar Nasir.

Sedangkan Eli Syafrida selaku ahli waris Alm M.Syafii, yang didampingi M.Nasir SH, mengatakan bahwa pihaknya telah membuat laporan ke Polrestabes Medan, dengan bukti lapor nomor:2659/K/X/2013/SPKT RESTA Medan, tanggal 07 Oktober 2013, tentang dugaan melanggar Pasal 266 ayat (1) yo pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) sub Pasal 385 KUHPidana. (sandi/rel)

Loading...