Berbiaya Rp52 M, Proyek Jembatan Kampung Mudik Dikebut

BARUS-M24 | Keberhasilan Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) menyakinkan Pemprovsu untuk mengucurkan dana pembangunan jembatan Kampung Mudik-Bungo Tanjung, Kec Barus layak diapresiasi. Karena sebelumnya dana Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Sumatera Utara cukup sedikit.

Namun dimasa kepemimpinan Bakhtiar Sibarani dan Darwin Sitompul sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, BKP Sumatera Utara mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut Bakhtiar Sibarani, pembangunan jembatan Kampung Mudik-Bungo Tanjung di Barus sudah lama dinantikan masyarakat setempat. Karena selama ini mayarakat di sana terhalang dan cukup sulit untuk mengangkut hasil bumi mereka terkait akses transportasi.
Melihat kondisi itu, Bupati Tapteng menyampaikan proposal kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tertanggal 5 Juli 2017 dengan Nomor: 050/1561/2017 agar mendapat dana bantuan keuangan untuk pembangunan jembatan. Upaya Bupati tidak sia-sia karena saat ini proyek pembangunan jembatan sedang berlangsung pengerjaannya.

Loading...

“Kita tidak pusingkan omongan orang yang mengatakan bahwa pembangunan jembatan berbiaya Rp52 miliar lebih itu adalah mimpi dan angan-angan semata. Kami tetap komitmen dengan upaya dan janji kami untuk membangun Tapteng sebagai kampung halaman kami ini ke arah lebih baik. Dan kita bersyukur dana Bantuan Keuangan Provinsi Sumatera Utara sudah dikucurkan dan sedang berlangsung pengerjaannya sekarang. Untuk itu atas nama masyarakat, Pemkab Tapteng mengucapkan terima kasih kepada Pemprovsu yang sudah mengucurkan dana BKP untuk pembangunan jembatan yang sudah lama diharapkan masyarakat Barus,” papar Bakhtiar, Rabu (15/8) pagi.

Sesuai kontrak kerja dengan pihak rekanan, tanggal 31 Desember 2018 jembatan tersebut akan rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat. “Saya sudah tinjau ke lokasi dan saat ini sedang berlangsung proses pengerjaan jembatan itu. Dan saya tegaskan kepada para pengawas dan juga kepada ASN yang menangani proyek ini agar benar-benar mengawasi dan membayarkan keuangan sesuai dengan kwalitas pekerjaan. Saya tidak mau pegawai saya berurusan dengan hukum karena ulah dari para rekanan. Jadi kalau sudah sesuai dengan hasil kontrak dan jenis pekerjaan, baru bisa dibayarkan. Jika tidak jangan dibayarkan!” tegas Bakhtiar.

Sementara Sekdakab Tapteng, Henri Susanto Lubantobing, menjelaskan, proyek pembangunan jembatan tersebut ditenderkan oleh Pemkab Tapteng. Dananya sudah ditrasfer ke rekening Pemkab Tapteng dengan besar anggaran Rp52.125.000.000. (antsu)

Loading...