Berdiri Tanpa Izin, Bangunan Kios di Lahan PT KAI Dibongkar Satpol PP

Petugas Satpol PP membongkar salah satu kios.

BELAWAN-M24 | Bagunan kios yang berada di atas lahan PT KAI di Jln Stasiun, Kec Medan Belawan akhirnya dibongkar petugas Satpol PP Kota Medan, karena berdiri tanpa memiliki izin, Senin (1/10).

Suasana sempat tegang, saat tim gabungan meluncur ke lokasi usai apel di halaman kantor Camat Medan Belawan, ketika dihadang oleh orang-orang yang punya kepentingan atas lahan tersebut.

Namun, petugas tetap saja membongkar salah satu kios yang berada di sudut pertokoan. Satu unit kios dengan kondisi belum diplester runtuh setelah dihancurkan.

Loading...

“Hari ini datang untuk membongkar seluruh bangunan itu. Semua memang harus kita bongkar,” kata Kasat Pol PP Kota Medan, Sofyan saat di lokasi.

Saat proses penbongkaran berlangsung, pihak utusan pengembang meminta mereka yang membongkar sisa bangunan itu. Berdasarkan kesepakatan itu, petugas Satpol PP tidak melanjutkan pembongkaran seluruh kios.

Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengatakan, pihaknya akan tetap mengawasi bangunan dengan menyetop proses pembangunan tersebut. Pembongkaran dilakuan, sebagai bukti Pemko Medan serius dalam menertibakan bangunan ilegal di Belawan.

“Sudah jelas, tidak ada tebang pilih menertibkan bangunan ilegal di Belawan. Jadi, selama bangunan di lahan PT KAI itu tidak ada izin, bangunan itu tidak bisa dibangun, jadi kita tunggu proses izin dari pihak pengelola,” kata Ahmad.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Belawan, H Irfan mengaku kecewa dengan Pemko Medan dalam membuat program di Kec Medan Belawan, tapi tidak mampu memberikan kenyataan bagi masyarakat.

Menurutnya dari penertiban itu, pedagang kaki lima (PK5) yang paling banyak dirugikan karena menghancurkan prasarana masyarakat. Penertiban itu tidak memberikan hasil maksimal dengan menghasilkan kawasan kumuh.

“Jangan hanya berani dengan PK5, apalagi kita lihat hanya satu kios yang dibongkar, ini menjadi tanda tanya di masyarakat. Kalau memang mau menertibkan, jangan hanya sebatas seremoni, ini membuktikan ketidakmampuan dalam menata Belawan,” sebut H Irfan. (syamsul)

Loading...