Budaya Melayu Warisan tak Ternilai

MEDAN-M24 | Budaya Melayu merupakan warisan yang tak ternilai harganya. Untuk melestarikan budaya Melayu di Kota Medan, Dinas Kebudayaan Kota Medan menggelar lomba seni budaya Melayu selama dua hari mulai Sabtu (21/7) hingga Minggu (22/7) di Merdeka Walk, Jalan Balaikota, Medan.

Diketahui, perlombaan tari serampang 12 dibagi ke dalam dua kategori, yakni kategori muda-mudi sebanyak 14 peserta dan kategori mudi-mudi diikuti 11 peserta. Sedangkan perlombaan berbalas pantun diikuti oleh 12 grup.

Berbagai perlombaan seni budaya Melayu digelar diantaranya tari serampang 12, berbalas pantu dan acara itu juga dimeriahkan dengan pagelaran ketoprak dor.

Loading...

Walikota Medan, T Dzulmi Eldin sangat mengapresiasi digelarnya perlombaan seni budaya tari Melayu, berbalas pantun dan Ketoprak Dor di Kota Medan tersebut.

“Budaya Melayu merupakan warisan yang tak ternilai harganya. Untuk memastikan agar budaya Melayu ini tidak hilang, maka digelarlah acara ini,” paparnya saat membuka perlombaan seni budaya Melayu tersebut.

Selain itu, T Dzulmi Eldin menambahkan dengan digelarnya perlombaan seni budaya Melayu tersebut, maka budaya Melayu di Kota Medan tidak tergerus dengan perubahaan zaman. “Sejatinya, melestarikan budaya Melayu menjadi tanggungjawab semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat, agar kita bisa terhindar dari serbuan budaya asing,” ujarnya.

Menurut Eldin, budaya Melayu sangat identik dengan budaya Islam dan bisa menjadi jembatan perdamaian antar umat beragama untuk hidup harmonis. Mengingat, Kota Medan dikenal sebagai kota yang heterogen yang terdiri dari berbagai etnik budaya dan agama.

“Perlombaan seni budaya Melayu ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya. Karena, budaya menjadi salah satu tulang punggung keberhasilan pembangunan di Kota Medan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan, Suherman mengungkapkan perlombaan seni budaya Melayu tersebut digelar dalam rangka program pengelolaan keberagaman budaya Kota Medan tahun anggaran 2018 dan merupakan rangkaian perayaan HUT Kota Medan ke 428.

Suherman menambahkan tujuan digelarnya perlombaan seni budaya Melayu itu untuk melestarikan seni budaya Melayu asli Kota Medan.

“Seluruh lapisan masyarakat dilibatkan untuk memeriahkan perlombaan seni budaya Melayu ini,” pungkasnya. Pengumuman pemenang akan diumumkan, Minggu (22/07/2018) malam. (bar)

Loading...