Canangkan Introduksi Measles Rubella Menyasar Anak 9 Bulan Sampai 15 Tahun

4

SUMUT-M24 | Walikota Tebingtinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan, diwakili Asisten Umum H Kamlan Mursyid, canangkan introduksi imunisasi Measles Rubella (MR), di Anjungan Sri Mersing, Rabu (1/8).

Umar melalui Kamlan menyampaikan, Indonesia komit mencapai eleminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit Rubella/Kecacatan, akibat infeksi rubella saat kehamilan tahun 2020. Salah satu upaya mempercepat pencapaian tujuan tersebut, dengan kampanye imunisasi massal dan introduksi imunisasi campak dan rubella.

Di Indonesia ada 32 juta anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, menjadi sasaran pelaksanaan di semua provinsi. Kecuali Pulau Jawa yang telah melaksanakan tahun 2017, dengan capaian 95 persen. “Saya harap Kadis Pendidikan dan Ka Kamenag, ikut berperan serta mensukseskan program ini. Sehingga sampai sasaran secara optimal minimal 95 persen,” harap Umar.

Kadis Kesehatan Tebingtinggi, dr H Nanang Fitra Aulia SpPK, mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama Agustus sampai akhir September. “Dan di Tebingtinggi menjadi sasaran 51 ribu anak,” ujarnya.

Di Pakpak Bharat, imunisasi terhadap penyakit MR, secara resmi dicanangkan Ketua TP PKK Pakpak Bharat, Dewi Remigo Berutu, di Bale Sada Arih, Kompleks Perkantoran Panorama Indah Sindeka, Salak, Rabu (1/8). Pencanangan tersebut ditandai dengan pemberian imunisasi kepada 3 perwakilan siswa.

“Kepada TP PKK kecamatan dan desa serta para orangtua, agar menyegerakan membawa anaknya untuk diimunisasi MR. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya,” terangnya.

Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, diwakili Sekda, Sahat Banurea, juga menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Khususnya generasi muda.

Kadis Kesehatan Pakpak Bharat, dr Tomas, didampingi Kabid Pemberantasan Pencegahan Penyakit & Penyehatan Lingkungan (P2P-PL), dr Pintar Manihuruk, mengutarakan, Kabupaten Pakpak Bharat akan mengupayakan 100 persen untuk tercapainya imunisasi ini. “Karena jika tidak, maka akan menjadikan kantong-kantong virus penyakit, yang suatu saat akan menyebarkan penyakit kepada anak-anak kita yang sehat,” terangnya. (agus/edy)

Loading...