Dalam Sehari Kejatisu Bekuk 2 Buronan Korupsi

MEDAN-M24 | Tim intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) meringkus dua buronan perkara kasus korupsi. Penangkapan ini dilakukan, Minggu (22/7) di tempat terpisah di Medan.

Para buronan tersebut di antaranya Direktur CV ACL, Dodi Asmara. Dia merupakan tersangka korupsi kasus pengadaan alat peraga di Dinas Pendidikan Binjai yang merugikan negara sebesar Rp800 juta pada tahun 2011. Dodi ditangkap di Hotel Grand Darussalam.

Kemudian Direktur CV Karya Nusantara, Darmawan terpidana kasus korupsi pengadaan sarana dan alat tangkap ikan dan udang T.A 2014 di Distanla Kota Medan yang merugikan negara Rp400 juta lebih. Ia ditangkap di Jln Seroja, Gg Lentera, Kel Sei Kambing, Medan.

Loading...

Menurut Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian penangkapan kedua DPO bertepatan dengan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke-58. Jumlah DPO yang sudah ditangkap sebanyak 16 orang dalam operasi yang dipimpin langsung Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak.
Ia melanjutkan, Dodi Asmara yang sudah 5 bulan DPO semenjak mangkir dari penyidik Pidsus Kejari Binjai diringkus saat selesai mengantarkan tugas sebagai sopir rental.

Sedangkan Darmawan, sambungnya, sudah 10 bulan mangkir dari panggilan penuntut umum, karena keputusan sudah berkekuatan hukum tetap di tingkat kasasi dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta atau digantikan kurungan badan selama 6 bulan. Untuk kasus ini, Darmawan tidak pernah memenuhi panggilan penuntut umum untuk melaksanakan eksekusi putusan.
Sumanggar menambahkan tidak ada satupun tempat bersembunyi bagi para DPO di Sumut. Semuanya akan segera ditindak. (ansah)

Loading...