Dewan bahas konflik ganti rugi PLTA Simarboru

17

MEDAN-M24 |Komisi D DPRD Sumut menggelar rapat dengar pendapat (RDP) membahas konflik ganti rugi lahan masyarakat atas pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Simarboru di Desa Aek Batang Paya Kec Sipirok, Kab Tapsel, Senin (4/6/2018).

Sayangnya, RDP dijadwal ulang karena karena beberapa pihak terkait tidak datang. Sedangkan anggota dewan yang hadir yakni Donald Lumban Batu, Syamsul Q Marpaung dan Leonard Samosir.

Salah satu perwakilan warga di Dusun Gunung Hasatan, Andi Harahap menyebutkan, ganti rugi lahan harus segera dibereskan dengan bijaksana oleh perusahaan agar tidak menimbulkan masalah berlarut-larut. PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) dan PT Syno Hydro sudah beroperasi membangun PLTA Simarboru sejak 4 tahun lalu.
Namun, ratusan KK justru dirugikan karena pembebasan lahan belum kunjung tuntas sampai saat ini. “Kedua perusahaan bergerak dibidang pembangunan listrik tenaga air sebesar 519 MW. Sebanyak 4 desa ikut terdampak pembangunan PLTA Simarboru. Makanya Tim fasilitasi pembebasan lahan Pemkab Tapsel seharusnya hadir di sini,” sesal Andi.

Warga lainnya, Pahlawan Sitompul meminta perusahaan memberi ganti rugi yang sesuai. “Perusahan tolonglah. Masak mereka bilang surat kami gak berlaku. Aku pernah dipenjara, ketika aku bebas, lahanku kok sudah diserobot perusahaan itu? Perusahaan mengambil lahan milik keluarga besar Sitompul seluas 4.200 Ha,” ucapnya dengan geram.

Sedangkan Tulus, warga Tapsel yang tinggal di Medan menegaskan, tuntutan warga hanya ganti rugi Rp60 ribu/meter. Namun perusahaan dan Pemkab Tapsel terkesan membiarkan pelanggaran hukum dan HAM terjadi menimpa warga yang terdampak proyek.

“Kami warga Tapsel butuh kepastian Pak Dewan. Para orangtua rela datang dari Tapsel ke Medan memakai uang pribadi. Tolonglah DPRDSU membantunya,” ucap Tulus.

Anggota Komisi D DPRD Sumut, Donald Lumban Batu mengaku, pihaknya akan berjuang membantu kepentingan rakyat. “Tolong, kalo ada yang punya data baku legal atas kepemilikan lahan, segera bawa dan siapkan. Kelak diperlukan saat RDP lanjutan nanti,” tutup Donald. (budiman)

Loading...